Artikel ini membahas tentang sejarah Demokrasi Liberal di Indonesia, Kelebihan dan Kekurangan, serta kabinet yang menjabat selama demokrasi liberal Indonesia.
Halo sobat Mika semuanya khususnya pejuang UTBK SOSHUM! Sekarang kita tinggal beberapa langkah lagi loh. Sebelum kalian semua akan menjadi mahasiswa, ada sedikit fun fact, yaitu kehidupan kalian sebagai mahasiswa tentunya akan jauh berbeda dari kehidupan di masa sekolah karena banyak hard skill dan soft skill yang harus kalian asah, salah satunya adalah skill leadership atau kepemimpinan.
Berhubung masih banyak yang baru akan dunia leadership, alangkah baiknya jika kalian belajar mulai dari hal kecil dahulu yang bisa dilakukan dengan cara mempelajari kepemimpinan dari sejarah di Indonesia.
Kali ini kita akan membahas tentang kepemimpinan Indonesia di masa lalu, tepatnya di era Demokrasi Liberal. Kira kira, Pejuang Soshum sekalian sudah mengerti belum ya tentang sejarah demokrasi liberal di Indonesia? Yuk kita kenali lebih dalam lagi
Perbedaan Sistem Presidensial dan Parlementer
Sepertinya masih banyak nih Pejuang Soshum yang sering bingung mengenai perbedaan dari Sistem Pemerintahan Presidensial dan Parlementer. Sebetulnya untuk membedakannya sangat mudah, loh.
Sistem Presidensial
- Pertanggungjawaban atas lancarnya pemerintahan dipegang oleh presiden.
- Presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
- Presiden memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat negara.
- Presiden dipilih langsung oleh rakyat
Sistem Parlementer
- Pertanggungjawaban atas pemerintahan dipegang oleh parlemen.
- Jabatan kepala pemerintahan dipegang oleh para dewan parlemen dan kepala negara tidak bisa menjadi kepala pemerintahan.
- Parlemen memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat negara, termasuk kepala negara.
- Kepala negara dipilih oleh anggota parlemen
Baca Juga : Kenalan Yuk Sama Jurusan Ilmu Hukum!
Demokrasi Liberal 101
Demokrasi Liberal adalah sistem politik yang ada di suatu negara, dimana kebebasan dan juga hak setiap individu sangat dihargai dan dijunjung tinggi. Di dalam pemerintahan yang menganut sistem demokrasi liberal, segala keputusan yang dibuat di dalam negara tersebut diambil secara langsung dari para perwakilan rakyat lalu diambil suara terbanyaknya.
Namun, perlu diingat juga ya bahwa keputusan yang telah dibuat rakyat berdasarkan suara terbanyak tersebut tidak boleh merugikan pihak manapun dan tidak boleh membatasi hak asasi rakyat.
Sistem Demokrasi Liberal ini pertama kali dikenal di Perancis pada Abad Pencerahan (Aufklarung) dan dikemukakan oleh Thomas Hobbes, John Locke dan Jean-Jacques Rousseau yang juga merupakan penggagas Teori Kontrak Sosial.
Indonesia pernah menganut sistem demokrasi liberal pada tahun 1949 hingga tahun 1959 di era pemerintahan Soekarno. Munculnya demokrasi liberal di era itu awalnya ditandai dengan terbentuknya partai politik dan dimulainya pemilihan umum pada tahun 1955 yang bertujuan untuk memilih anggota DPR dan anggota dewan Konstituante.
Pada era ini juga, kabinet parlementer mulai muncul di Indonesia dimana sistem pemerintahan Indonesia pada saat itu dipimpin oleh perdana menteri.
Kekurangan dan Kelebihan Demokrasi Liberal
Seperti yang Pejuang Soshum tahu, setiap sistem pemerintahan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing karena tidak pernah ada sistem pemerintahan yang sempurna di dalam sejarah.
Kelebihan Demokrasi Liberal
Sebagai sistem pemerintahan, kelebihan yang dimiliki oleh sistem demokrasi liberal antara lain:
- Para individu memiliki kebebasan dalam bertindak dengan sesuka hati, tetapi mereka tetap memiliki tanggung jawab untuk menanggung konsekuensi dari kebebasan tersebut.
- Pendapatan penduduk Indonesia semakin meninggi karena roda ekonomi yang bergerak dengan melibatkan rakyat langsung untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi.
- Rakyat Indonesia memiliki keterbukaan dalam pikiran mereka sehingga wawasan dan ilmu pengetahuan dapat dengan mudah diterima.
Kekurangan Demokrasi Liberal
Dilain sisi, terdapat juga kekuarangan yang dimiliki sistem demokrasi liberal, antara lain sebagai berikut. Kesenjangan sosial semakin besar dan jurang pemisah antara rakyat yang miskin dengan yang kaya sangat terlihat jelas karena persaingan ekonomi yang terlalu bebas.
- Masyarakat pada saat itu memiliki tingkat individualitas yang tinggi.
- Rencana negara untuk jangka panjang kurang diperhatikan karena lebih mengutamakan rencana jangka pendek.
Ciri Khas Demokrasi Liberal Indonesia
Untuk mengenal era sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia, terdapat berbagai ciri-ciri yang dapat menjadi pembeda demokrasi liberal dengan sistem pemerintahan lain, yaitu:
- Menganut paham demokrasi
- Keputusan negara diambil berdasarkan suara terbanyak
- Kelompok mayoritas mendominasi kelompok minoritas
- Rakyat cenderung menjadi individualis dan mengutamakan kepentingan pribadi
- Minimnya campur tangan negara ke ranah privat, termasuk agama
Kabinet Selama Demokrasi Liberal
Para Pejuang Soshum sekalian, ternyata Indonesia di era demokrasi liberal dulu mempunyai tujuh kabinet yang berbeda-beda, loh. Yuk kita kenalan sama mereka!
- Kabinet Natsir
Dipimpin oleh Muhammad Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951) - Kabinet Sukiman
Dipimpin oleh Sukiman Wirjosandjojo (27 April 1951 – 3 April 1952) - Kabinet Wilopo
Dipimpin oleh Mr. Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953) - Kabinet Ali Sastroamidjojo I
Dipimpin oleh Mr. Ali Sastroamidjojo (31 Juli 1953 – 12 Juli 1955) - Kabinet Burhanuddin Harahap
Dipimpin oleh Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) - Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Dipimpin oleh Mr. Ali Sastroamidjojo (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957) - Kabinet Djuanda
Dipimpin oleh Djuanda Kartawidjaja (9 Maret 1957 – 5 Juli 1959)
Baca Juga : Belajar TPS UTBK dengan Teknik Skimming dan Scanning
Nah, itulah sedikit wawasan mengenai sistem Demokrasi Liberal di Indonesia. Semoga dengan adanya artikel ini Pejuang Soshum bisa mengambil hikmahnya dan mulai belajar kepemimpinan melalui sejarah di negara kita terlebih dahulu. Semoga sukses selalu dan semoga kalian mendapat hasil yang memuaskan di UTBK nanti!