Pelajaran Sejarah: Keburu Bosan

Gue berani jamin, pelajaran favorit lo di sekolah tuh, pasti selain Sejarah, yes? Hal ini jadi ironi yang bisa dimaklumi (atau justru jangan maklum?). Walaupun kita paham urgensi pelajaran ini, ada saja yang “menghalangi” minat dan semangat kita untuk serius belajar.

Pembahasan ini sebenarnya juga di-trigger beragam tweet yang gue baca tentang salahnya pembawaan ketika mempelajari pelajaran Sejarah di sekolah. Seharusnya, selama ini kita fokus pada story telling dan pelajaran moralnya, bukan sekadar peristiwa. Nih, coba gue bedah.

Sejarah di Mata Pelajar

Sejak SD hingga SMA, konteks pelajaran Sejarah disesuaikan dengan kapabilitas pelajarnya. Artinya, semakin tinggi akan semakin banyak dan sulit materinya. Tapi, challenge ini sebenarnya bisa diatasi, kok. Sayangnya, pelajaran ini sudah keburu dapat impresi yang enggak enak oleh pelajar.

Petrik Matanasi menjelaskan ketidaksukaan pelajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Yang paling obvious adalah terlalu banyak hafalan dan disuruh menghafal. Terlalu banyak informasi yang harus diproses, jadinya enggak bisa terserap sebagai suatu ilmu. Padahal, Sejarah seharusnya dapat menyampaikan nilai-nilai penting pada mereka.

Semangat juang dan diplomasi para tokoh, strategi mereka dalam menghadapi suatu masalah–inilah yang seharusnya menjadi output pelajaran Sejarah. Kalau tolak ukur pemahaman hanya dengan hafal nama tokoh dan tanggal peristiwa, dipikir-pikir lagi, deh.

Baca juga: Sisi Baik Menjadi Mahasiswa Ambis

Belum lagi jika peristiwa yang diajarkan dan dihafalkan enggak tepat sesuai riset. Ketika pelajar sudah lebih dewasa dan akhirnya mengerti apa yang mereka “hafalkan” selama ini salah, betapa kecewa dan merasa bersalahnya mereka. Rasanya usaha yang dilakukan sia-sia, ya enggak?

Anak muda identik dengan rasa penasarannya, dan sikap ini enggak terbatas ke Sejarah. Kalau mereka hanya diajarkan yang bisa mereka baca ulang di buku, tentu prosesnya akan membuat mereka mengantuk dan penat. Padahal, pelajaran Sejarah seseru itu, loh!

Enggak sedikit yang menganggap bahwa pelajaran Sejarah enggak berguna lagi setelah sekolah. Eh, mana ada? Lo tetep akan bertemu Sejarah di TPA Soshum UTBK. Lo akan selalu butuh Sejarah untuk jadi bahan referensi terlebih kalau lo bekerja di bidang bersangkutan. It’s a part of us, man!

Sejarah yang Disampaikan Guru

Walaupun belum bisa relate, kita harus tahu seberapa susahnya membuat pelajar tertarik dan paham dengan materi yang kita ajarkan. Materi yang banyak, pemenuhan jam mengajar, sekaligus jenis siswa yang beragam jadi tantangan (dan masalah) tersendiri untuk para guru.

Mengingat nama tokoh dan tanggal peristiwa itu penting dan sudah sepaket dengan Sejarah. Tapi, kalau ini diterapkan sejak pendidikan dasar dan jadi benchmark pelajaran dan soal, jelas saja banyak yang tidak suka Sejarah. 

Baca juga: Lebih Penting Mana, Nilai atau Ilmu Pengetahuan?

Guru punya andil terhadap kekeliruan dalam aktivitas peristiwa yang ternyata tidak terbukti benar (dan akhirnya harus dihafalkan). Guru Besar Sejarah UI Prof. Dr. Susanto Zuhdi menyayangkan tidak dilibatkannya sejarawan dalam penyusunan kurikulum pelajaran. Riset aktif bahkan setelah menjadi pengajar juga harus dilakukan oleh guru.

Ketika guru gagal dalam mengulik esensi sesungguhnya dari kejadian bersejarah, moral value seperti “Enggak boleh menyerah, karena pahlawan sudah berjuang untuk kita” jadi jargon belaka dan overrated. Apalagi pelajar tidak diberi contoh yang sesuai, ekhem.

Dengan keadaan di mana pelajaran Sejarah pernah diwacanakan untuk jadi pelajaran minat (yang untungnya enggak jadi), artinya banyak yang perlu dibenahi, baik kurikulum, tenaga pengajar, dan pelajarnya. Especially lo, jangan sampai menyepelekan dan berakhir  ketar-ketir saat UTBK!

Belajar Sejarah a la Lo

Lo tidak sedang berada di kapasitas untuk mengubah keseluruhan sistem. But what you can do is menemukan cara belajar yang paling nyaman dan punya efek untuk lo sendiri. Then again, yang paling memahami lo adalah diri lo sendiri, ‘kan?

Hal paling dasar yang bisa lo lakukan adalah melakukan kewajiban lo. Mendengarkan materi, mencatat hal yang penting dan perlu lo cari tau lagi, membaca catatan–do it. 

Baca juga: Mengenal Soal HOTS UTBK

Make it fun! Kalau isu terbesar lo adalah cepat ngantuk dan bosan, lo bisa belajar dan kontekstualisasikan dengan film terkait. Selain itu, banyak video penjelasan di YouTube yang bisa dijadikan referensi materi. Lo juga bisa cari karya literatur dan musik yang mendukung.

Lagi persiapan UTBK? Ketahui bahwa materi TPA Sejarah mencakup zaman pra-sejarah, kerajaan-kerajaan, zaman penjajahan dan pemerintahan Indonesia, perang dunia, dan masih banyak lagi. Lo bisa fokus dulu ke materi yang belum lo pahami, lalu memperkuat apa yang sudah.

Walaupun belum tau soalnya akan seperti apa, lo bisa latihan dengan kumpulan soal yang disusun dari soal-soal terdahulu. Jangan nyontek bahkan saat latihan ya, it’s okay kalau masih banyak salahnya as long as you learn from it. Review kesalahan lo dan cari tahu jawabannya.

Kalau lo masih bingung cari latihan soal, Analitica bisa jadi solusinya. Melalui aplikasi, latihan soal UTBK terbaru bisa lo akses dengan efektif dan gratis! Pembahasan soal dan fitur lolos ujian bisa bikin lo belajar lebih baik lagi. Download dan latihan UTBK sekarang! Selamat belajar, sobat Mika!

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!