Lebih Penting Mana, Nilai atau Ilmu Pengetahuan?

Pentingnya Ilmu Pengetahuan – Perdebatan tentang pentingnya ilmu pengetahuan atau nilai di setiap jenjang pendidikan rasanya tidak pernah berakhir ya. Dari masa ke masa, diskusi tersebut selalu dibahas tapi belum juga ditemukan jawaban yang bisa disetujui oleh masyarakat.

Kenyataan bahwa murid yang riwayat nilainya mulus dari awal masuk sekolah sudah pasti masuk peringkat atas, sedangkan mereka yang nilainya naik-turun seperti roller coaster padahal sudah begadang untuk belajar hanya dapat diam (siapa nih yang relate?)

Mau gimana ya, sudah jadi salah satu sifat manusia untuk membandingkan satu sama lain di lingkungan sosial dengan beragam standarnya. 

Standar yang dimaksud dapat berbentuk sistem peringkat di sekolah yang tanpa disadari dapat mempengaruhi hubungan antar murid. Khususnya, mereka yang jadi juara kelas dan mereka yang peringkatnya jauh dibawah dengan perbedaan privilege yang didapat keduanya. 

Tapi, ketika sekolah, yang penting itu ilmu pengetahuan atau nilai sih? Yang mana yang dapat kasih manfaat besar untuk jangka waktu panjang? Yuk, dibahas..

Indikasi Kecerdasan

Sekolah adalah salah satu tempat dimana seorang anak diajarkan nilai moral dan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan dalam kehidupannya di masa depan. Tapi, realitanya, alih-alih datang ke sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan, para murid datang ke sekolah hanya untuk mendapatkan nilai.

Pentingnya ilmu pengetahuan sering diabaikan demi mengejar nilai akademik. Nilai akademik selalu jadi standar yang menentukan kecerdasan seorang murid sehingga murid terobsesi untuk mendapatkan nilai daripada memahami ilmu pengetahuan atau materi yang diajarkan.

Gimana tidak terobsesi kalau dapat nilai ujian yang kurang dari KKM, langsung dilabeli sebagai anak bodoh dan malas belajar oleh lingkungan sekitar? 

Padahal, faktor yang mempengaruhi nilai tersebut beragam lho. Setiap murid punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Misalnya, keahliannya tidak di suatu mata pelajaran tertentu, mereka punya masalah kesehatan yang buat belajarnya kurang maksimal di periode ujian bahkan struggle dengan kesehatan mentalnya tapi tetap memaksakan untuk belajar.

Selain itu, terkait dengan fakta bahwa ada beberapa kelas yang rata-rata kemampuan muridnya berbeda, yang memungkinkan murid yang sebenarnya pintar tapi kalah saing karena teman-temannya dapat dibilang lebih expert.

Anyway, selain nilai akademik, di sekolah juga ada nilai-nilai moral yang patut dipertimbangkan layaknya nilai akademik. Salah satunya, kejujuran.

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang memotivasi persaingan yang sehat dalam sebuah proses belajar mengajar.

Tapi, kenyataannya, banyak murid yang mengabaikan nilai-nilai moral demi mendapatkan nilai akademik yang bagus. Sering terjadi kasus kecurangan di ujian sekolah yang dilakukan oleh murid yang bagaimanapun caranya, ingin menempati peringkat satu di sekolah.

Baca juga : Tugas Sekolah: 1 Koin dengan 2 Sisi yang Berbeda 

Sebenarnya, membuat kriteria penilaian atas kemampuan murid itu memang penting sebagai indikator dan bahan evaluasi materi dan cara pengajaran bagi guru serta mengukur pemahaman murid. 

Tapi, kriteria penilaian ini seharusnya memotivasi terjadinya hal paling penting, persaingan sehat yang bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan memahami materi yang telah diajarkan.

One more point, fokus ke nilai tidak salah kok. Tapi ingat, nilai sebagai bukti bahwa materi yang diajarkan telah benar-benar dipahami, bukan hanya mengejar gengsi berbentuk peringkat sekolah.

Penting bagi lingkungan sekitar untuk menanamkan pemahaman kalau bukan nilai yang terpenting di sekolah melainkan cara mendapatkan nilai dan pentingnya ilmu pengetahuan untuk benar-benar dipahami.

Persaingan sehat, integritas dan pemahaman ilmu pengetahuan menjadi hal paling penting untuk bekal murid di masa depan.

Keunggulan Keahlian Akademik vs Non- Akademik Di Sekolah

Membahas tentang nilai di sekolah pasti berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Kalau dilihat dari variasi pelajaran yang ada di sekolah, mayoritasnya fokus ke keahlian akademik daripada keahlian non-akademik.

Selain itu, tidak sedikit orang tua yang menuntut anaknya untuk fokus mengejar nilai akademik dan menjadi juara kelas daripada mengembangkan keahlian non-akademiknya. 

Keahlian non-akademik memang masih sangat dianggap sebelah mata ya. Padahal, keahlian non-akademik itu sama pentingnya dengan keahlian akademik. 

Baca juga : Kuliah di Universitas Terkenal, Wajib?

Mempelajari ilmu-ilmu yang bersifat akademik memang dianggap sebagai hal yang paling penting ketika sekolah karena ilmu tersebut adalah dasar untuk nantinya, ketika sudah lulus dari sekolah, para murid dapat explore banyak hal dengan dasar ilmu yang telah dipelajari. 

Tapi, perlu diingat kalau impian setiap orang berbeda, impian-impian itu juga tidak selalu sejalur dengan nilai akademik yang dikejar saat sekolah. 

Kalau dilihat sekarang, murid sudah terbiasa untuk mengejar nilai tanpa benar-benar memahami ilmunya. Hal ini akan berdampak di masa depannya karena apa yang dipelajari hanya digunakan untuk meraih nilai ujian yang bagus, besoknya sudah hangus.

Inget, sekolah itu privilege yang dapat membuka berbagai kesempatan di masa depan (yuk rajin yuk!). Jadi, boleh kok tidak punya standar atau target nilai tertentu tapi usaha keras untuk belajar tetap nomor satu.

Pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Kenyataan di Dunia Kerja

Sekolah itu tidak selamanya, belajarlah yang selamanya.

Yang namanya ilmu pengetahuan tidak hanya didapatkan di sekolah, setiap harinya ada aja hal baru yang dapat dipelajari. Apalagi sekarang sudah ada teknologi yang kasih akses lebih luas untuk belajar.

Realitanya, ketika sudah lulus sekolah dan masuk ke dunia kerja, yang dibutuhkan tidak selalu nilai yang bagus tapi skill atau ilmu yang mungkin saja berkaitan sama materi yang pernah diajarkan di sekolah.

Ketika sudah paham ilmunya, kesempatan untuk explore ke ranah yang lebih luas dan berinovasi jauh lebih besar daripada hanya menggunakan nilai jadi tameng. Kalau mau diibaratkan, sama halnya ketika sudah paham konsep aritmatika, mau soalnya dibuat model cerita, pilihan ganda atau tabel, pasti gampang dikerjain. 

Contoh nyatanya, generasi milenial sekarang sudah dapat menciptakan bidang pekerjaan baru yang berbasis digital. Padahal, mata pelajaran yang fokus ke teknologi zaman dulu masih jarang ada. 

Baca juga : Digital Marketing, Paling Dicari 5 Tahun Kedepan!

Pengetahuan tentang teknologi yang dimiliki oleh generasi milenial datang dari campuran ilmu pengetahuan dasar yang dipelajari di sekolah, dipahami lalu diinovasikan sehingga dapat membuat bidang pekerjaan baru.

Jadi, kalau tujuan datang ke sekolah adalah fokus mencari dan memahami ilmu yang diberikan bukan hanya mengejar nilai, yakin deh ilmu pengetahuan tersebut pasti bermanfaat di jangka waktu yang panjang!

By the way, ingat ya, nilai itu memang penting di sekolah tapi ilmu pengetahuan, usaha dan kemauan untuk tetap belajar jangan pernah dilupakan. Dapat nilai dan peringkat sekolah yang bagus itu harus diapresiasi, punya niat dan usaha untuk belajar dan explore ilmu yang didapatkan juga patut dihargai.

Kalau kata Ibu Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek, “Nilai itu tidak penting, bagaimana cara mendapatkan nilai itulah yang penting. Ketika jatuh, lalu bangkit kembali untuk memperjuangkan, itulah yang utama, itulah nilai hidup sebenarnya”.

Jangan lupa follow akun media sosial Analitica ya untuk dapat informasi paling update tentang dunia pendidikan! Dan baca artikel lainnya dari Analitica, Platform Ujian Online Terbaik yang menyediakan ujian untuk seleksi masuk kampus, TryOut UTBK SBMPTN, Seleksi Mandiri dan masih banyak lagi.

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!