Siswa Aktif Bertanya di Kelas = Kewajiban?

Siswa aktif – “Bagi yang tanya setelah presentasi kelompok, saya akan kasih nilai tambahan, jadi kalian wajib untuk bertanya biar dapat nilai” adalah satu kalimat guru yang bisa buat sekelas diam dan fokus ke presentasi yang ada, bener enggak, Sobat Mika?

Pembelajaran di kelas memang erat dengan aktivitas tanya jawab antara guru dan siswa atau siswa pada siswa yang lainnya. Enggak jarang, guru “memotivasi” siswanya untuk berani bertanya dengan menjanjikan bobot nilai yang lebih tinggi. 

Berkaitan dengan fenomena itu, lo pernah enggak sih bertanya-tanya apakah siswa wajib bertanya pada setiap proses belajar-mengajar di kelas? Terus apakah salah kalau misalkan enggak bertanya? Daripada bingung yuk langsung bahas ae!

Konsep Pembelajaran Aktif dan Implementasinya

Sebagai seorang siswa yang bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan pada proses belajar di dalam kelas, waktu bertanya menjadi kesempatan untuk memperluas wawasannya dengan menganalisis ilmu yang diberikan oleh guru dari beragam sudut pandang.

Selama ini pola pendidikan dirancang dengan peran guru sebagai komunikator dan siswa sebagai pendengar. Tentu saja dengan pola pendidikan seperti ini, ilmu yang akan didapatkan siswa hanya sebatas apa yang diajarkan oleh guru. Pola pendidikan yang menganggap guru sebagai pusat pengetahuan seperti ini menjadi hambatan bagi kedua belah pihak, siswa dan guru dalam mengembangkan kemampuannya.

Maka dari itu, proses belajar-mengajar yang partisipatif antara guru dan siswa telah dijalankan oleh seluruh institusi pendidikan dan memberikan dampak positif bagi kelangsungan pembelajaran. Pola pendidikan seperti itulah yang pada akhirnya membuat guru bertindak sebagai fasilitator, yang mengarahkan dan memandu siswa pada pembelajaran di kelas.

Konsep pembelajaran partisipatif didasari oleh adanya komunikasi interpersonal, hubungan sosial yang baik serta constructive feedback antara guru dan siswa. Konsep pembelajaran yang aktif memang terlihat sempurna tapi bukan berarti ada jaminan keberhasilan dalam penyelenggaraannya.

Dalam proses belajar dalam kelas, ketiga poin diatas perlu dibangun dengan baik untuk mewujudkan situasi yang kondusif bagi siswa untuk berpartisipasi, bertanya pada guru. Sayangnya, pada implementasi proses pembelajaran ini muncul masalah pokok yang menghambat terciptanya partisipasi aktif siswa.

Faktanya, kesulitan pokok yang dihadapi oleh siswa ada pada proses pemahaman materi yang diajarkan. Kesulitan ini disebabkan oleh sistem pengajaran yang digunakan oleh guru yang dianggap kurang. Maksudnya, penjelasan yang diberikan hanya ala kadarnya tanpa memperdulikan kapasitas siswa untuk memahami materi yang dijelaskan.

Baca juga: Lebih Penting Mana, Nilai atau Ilmu Pengetahuan?  

Kalau dalam proses pembelajaran berjalan tanpa adanya komunikasi interpersonal, hubungan sosial dan constructive feedback antara guru dan siswa, bagaimana implementasi pola pendidikan yang aktif dapat diwujudkan?

Perlu dipahami bahwa peran guru dalam membangun konsep pembelajaran aktif sangat penting karena guru yang mengatur segala aktivitas di kelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dikehendaki. 

Tapi, bukan berarti guru yang harus bergerak sendiri ya, kembali di poin yang membahas tentang peran guru sebagai fasilitator, sebagai siswa lo juga harus mempunyai inisiatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang menguntungkan bagi lo.

Siswa juga wajib berpartisipasi dalam membangun situasi belajar yang mendukung karena dengan partisipasi siswa, proses pembelajaran yang lebih baik dapat diwujudkan.

Antara Keinginan Berpartisipasi dan Tekanan Yang Dihadapi 

“Gue sebenarnya udah paham sama materi yang diajarkan, pengen nanya tapi gue  bingung mau nanya apa. Kalau enggak nanya nanti enggak dapat nilai, gimana nih?” tanya si A. 

“Kalau gue, gue belum paham banyak nih tapi bingung mau nanya yang bagian mana. Takutnya nanti pertanyaan gue dianggap enggak berbobot” jawab si B.

Gue yakin mayoritas dari Sobat Mika pasti pernah berada di posisi A atau B, ya kan? Enggak usah malu buat mengakui sob karena kejadian di atas memang sering terjadi dalam proses pembelajaran di kelas kok!

Baca juga: Tugas Sekolah: 1 Koin dengan 2 Sisi yang Berbeda

Dalam kelas, komunikasi interpersonal dapat mempengaruhi proses pembelajaran di kelas dan jika dibangun dengan baik oleh guru dan siswa dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa setiap siswa memiliki cara belajar, media belajar dan waktu untuk memahami suatu materi yang berbeda-beda. Sehingga kemampuan untuk menciptakan pertanyaan dalam waktu singkat seringkali dianggap sebagai suatu tantangan hebat.

Misalnya, siswa A memiliki kemampuan dalam memahami suatu materi secara cepat. Tapi ternyata kesulitan untuk menciptakan pertanyaan karena media belajarnya yang berbeda dengan sistem pengajaran di kelas sehingga membutuhkan waktu lebih.

Sedangkan siswa B, memiliki kemampuan pemahaman materi yang lebih lambat karena mungkin ada perbedaan pada cara belajar dan media belajar di kelas sehingga kesulitan untuk menciptakan pertanyaan.

Kedua fenomena ini menimbulkan dua hal yang kontras, keinginan berpartisipasi dan tekanan yang dirasakan siswa dalam menciptakan kelas yang aktif dalam konteks mengajukan pertanyaan di sela-sela sesi pembelajaran.

Melihat dari yang dialami siswa A, sebenarnya ada keinginan dari diri untuk bertanya tetapi kapasitas waktu untuk menciptakan pertanyaan terhalang dengan waktu yang terbatas pada proses pembelajaran yang ada. 

Bersamaan dengan itu, ada perasaan tertekan karena rasa tanggung jawab untuk berkontribusi dalam implementasi pola pendidikan yang aktif sehingga enggak jarang, siswa justru menjadi lebih pasif.

Sebaliknya, dengan yang dialami si B, ia memang membutuhkan waktu lebih memahami materi yang disampaikan. Sehingga tantangan untuk bertanya secara tiba-tiba atau dalam kurun waktu singkat tersalurkan menjadi perasaan takut. Pada konteks ini, rasa takut dianggap remeh menjadi bentuk tekanan yang mungkin dialami oleh siswa. 

Melihat fenomena ini, dalam implementasi komunikasi interpersonal, guru diharapkan untuk mengembangkan kemampuan dalam hal berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. Sehingga siswa dapat dengan bebas mengekspresikan pendapat dan pertanyaannya tanpa merasa ada tekanan yang berlebih.

Dalam konteks ini, bukan berarti hanya guru yang mencoba untuk memahami dan menyesuaikan siswa. Untuk menjalin suatu komunikasi dan membangun situasi pengajaran yang kondusif, alangkah baiknya jika siswa berpartisipasi dengan mengajukan pertanyaan yang dapat membuka sudut pandang baru atau menyatakan pendapat dengan santun.

Selain itu, diberikannya constructive feedback para siswa juga dapat menjalin komunikasi interpersonal yang lebih efektif antara guru dan siswa sekaligus menghilangkan rasa takut siswa untuk bertanya. Dengan adanya kegiatan timbal balik ini, diharapkan siswa dapat menjadi lebih aktif di kelas.

Pemberian constructive feedback juga dirasa lebih efektif untuk memberikan motivasi bagi siswa untuk menyatakan pendapat atau bertanya daripada memberikan janji kompensasi berupa “nilai tambahan” yang selama ini digunakan untuk memancing siswa untuk lebih berpartisipasi aktif.

Baca juga:  Guru BK dan Masa Depan Siswa

Pada dasarnya, guru dan siswa harus saling bahu membahu untuk menciptakan suatu komunikasi dalam kelas. Adanya komunikasi yang terjalin dengan baik juga dapat membentuk komitmen antara guru dan siswa untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih maju di masa depan sehingga para generasi bangsa dapat memiliki wawasan yang luas.

Buat lo yang sering ragu-ragu atau takut kalau disuruh bertanya di kelas, lebih baik lo memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman lo. Bertanya bukan berarti bodoh, justru ketika bertanya, lo menunjukkan keinginan besar untuk menjadi pintar.

Enggak ada namanya pertanyaan yang enggak berbobot, pertanyaan yang lo ajukan dan lo anggap enggak berbobot itu mungkin saja memunculkan ide baru yang dapat berguna bagi orang banyak. Jadi, jangan ragu bertanya biar enggak sesat di jalan!

Nah, kalau lo ingin mendapatkan informasi harian terkait dunia pendidikan, lo bisa langsung follow akun media sosial Analitica.id ya! Dijamin bermanfaat dan paling up to date deh informasinya!

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!