Universitas yang tidak mau diduakan – Ketika hasil penerimaan jalur SNMPTN sudah muncul dan hasilnya enggak sesuai harapan, yang biasanya camaba sesali dan dicurahkan di thread twitter adalah pilihan jurusan atau universitas yang dipilih.
Jalur SNMPTN memang dianggap menjadi jalur penerimaan yang paling mudah persyaratannya. Mengandalkan rekam jejak nilai dan prestasi selama sekolah, siswa yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri ke universitas impian.
Enggak mengherankan kalau mayoritas siswa yang sedang berada di bangku akhir SMA sangat mengharapkan dan memperjuangkan nilainya agar bisa mengikuti jalur penerimaan SNMPTN.
Ngomongin jalur penerimaan mahasiswa nih, lo pernah dengar enggak sih desas-desus “beberapa universitas yang enggak akan mau dijadikan pilihan nomor dua di SNMPTN atau SBMPTN?”
Bener enggak sih kalau beberapa universitas kalau dijadikan pilihan kedua berarti auto tertolak? Kenapa ya? Yuk cari tahu bareng!
Tolak Ukur dari Faktor Internal
Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh Aditya, terdapat beberapa faktor internal seperti intelegensi, minat, motivasi dan kebiasaan belajar merepresentasikan latar belakang siswa pada proses penerimaan mahasiswa.
Intelegensi dan kebiasaan belajar dalam konteks ini dilihat dari mata pelajaran yang mendapatkan nilai tertinggi semasa SMA. Minat dan motivasi dapat diukur dari pilihan pertama dan kedua yang dicantumkan pada proses pemilihan mahasiswa baru.
Ketika SNMPTN dibuka, siswa mendapat kesempatan untuk memilih 1 perguruan tinggi negeri, bebas di wilayah manapun atau 2 perguruan tinggi negeri dengan catatan salah satu perguruan tinggi negeri tersebut ada di lingkup wilayah yang sama dengan pendaftar.
Sedangkan untuk SBMPTN pesertanya dapat memilih kelompok ujian saintek atau soshum atau campuran dengan setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti tes sebanyak 1 kali.
Baca juga : Daftar Lintas Jurusan SBMPTN 2022, Menjanjikan?
Terus hubungannya apa sama universitas yang tidak mau diduakan? Hubungannya adalah faktor internal yang dicantumkan di atas berperan besar dan terlihat oleh pihak universitas.
Yang pertama, ketika siswa mempertimbangkan pilihan universitas yang ingin mereka prioritaskan, ada aktivitas intelegensi yang terjadi yaitu proses untuk menganalisis kondisi lingkungan yang ada sehingga dapat mengambil keputusan akhir.
Pertimbangan yang mungkin terjadi meliputi faktor mutu akademik seperti penampilan dan lokasi universitas, biaya kuliah bahkan faktor penunjang karir masa depan yang disediakan.
Nah, pertimbangan ini mendukung siswa untuk menempatkan beberapa universitas di pilihan kedua. Dari sini, pihak universitas dapat menyimpulkan bahwa minat dan motivasi dari siswa yang menempatkan universitasnya di pilihan kedua dianggap kurang.
Bisa juga disebut pride, beberapa universitas, khususnya universitas ternama Indonesia yang sudah punya berbagai prestasi, secara logis pasti memprioritaskan siswa yang memprioritaskannya juga.
Yang kedua, selain berkaitan dengan faktor internal. Fenomena universitas yang tidak mau diduakan ini juga berkaitan dengan kuota SNMPTN dan UTBK-SBMPTN yang ada.
Pihak LTMPT menetapkan bahwa kuota minimum untuk SNMPTN sebesar 20%, sedangkan SBMPTN sebesar 40%. Tapi, untuk kuota per universitasnya, lo bisa cek langsung di website LTMPT ya!
Intinya dengan kuota penerimaan kedua jalur tersebut yang bisa dibilang terbatas, pihak universitas cenderung akan mempertimbangkan dan memilih mereka yang menempatkan mereka di pilihan pertama.
Apalagi kalau jurusan dan universitas yang lo tuju banyak pesaingnya, kemungkinan untuk mereka menyeleksi siswa yang menaruh universitasnya di pilihan kedua sangat kecil.
Baca juga : UTBK 2022: Belajar Banyak Bahasa Inggris!
Sekarang, coba bayangin deh kalau kuota penerimaan mahasiswa di jurusan yang lo mau dan di universitas terbaik Indonesia hanya 10 orang dan ribuan saingan lo menempatkan jurusan itu di pilihan pertama dengan nilai yang ternyata lebih besar dari lo, logically siapa yang akan diterima?
Pertimbangan ini berlaku untuk kedua jalur penerimaan, SNMPTN dan SBMPTN ya. Jadi saran gue, ketika minat dan motivasi lo untuk masuk ke jurusan yang lo mau itu sangat besar, langsung gas taruh di pilihan pertama.
Prioritas Pilihan dan Latar Belakang Siswa
Latar belakang mahasiswa yang dapat dilihat dari cangkupan faktor internal diatas dapat menciptakan asumsi bagi pihak universitas.
“Kok gue ditaruh di pilihan kedua ya, apa minat dan motivasinya di tempat gue enggak besar? Atau gue cuman dijadikan cadangan kalau dia enggak keterima karena baginya tempat gue enggak bergengsi?” pikir pihak universitas.
Gue paham kok, kalau mayoritas dari lo semua pasti jawab “bukan gitu”, hehe.
Hanya saja, sama kayak kalau kita pertama kali ketemu orang, first impression matters kan? Ketika pihak universitas melihat data lo dan ternyata lo menetapkan jurusannya di pilihan kedua, asumsi pasti muncul.
Sayangnya, berbeda dengan kalau kita pertama kali ketemu seseorang dan kesan pertamanya failed banget dan bisa seenaknya lo tinggal, dalam konteks ini resikonya besar, lo enggak akan diterima di universitas itu.
Kalau kita memposisikan diri di pihak universitas, ketika seorang siswa sudah terlihat enggak tertarik dengan jurusannya sedangkan banyak siswa lain yang tertarik, ngapain harus memilih yang menduakannya? cielah.
Sebenarnya, beberapa universitas ini bukannya egois ingin dijadikan nomor 1, tapi ada pertimbangan yang kuat untuk memenuhi kuota mahasiswa baru yang diberikan oleh pemerintah dengan siswa yang mempunyai kualifikasi terbaik.
Apalagi bagi top university atau universitas yang ada di klaster 1 seperti IPB, UI, UGM, UNAIR, ITB dan lainnya yang memang memiliki jumlah pendaftar yang mencapai ribuan setiap tahunnya, seleksi yang ketat dan menyeluruh dilakukan untuk menyaring siswa yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Baca juga : Guru BK dan Masa Depan Siswa
Jadi, intinya menentukan pilihan SNMPTN dan SBMPTN itu butuh strategi yang matang, enggak bisa semata-semata suka jurusan atau universitas ini terus langsung daftar. Pertimbangannya banyak karena pesaingnya seluruh Indonesia.
Saran gue, dari jauh-jauh hari, lo bisa cari tahu jumlah pendaftar setiap tahunnya, keketatan jalur penerimaannya daya tampung dan potensi diterimanya berapa persen. Dari situ, lo bisa mempertimbangkan kemampuan lo untuk bersaing menjadi maba di jurusan dan universitas yang lo impikan.
Jangan menyerah sebelum perang, Sob! Susun strategi lo dengan baik dan menyeluruh, diskusi dengan orang tua atau lingkungan sekitar, cari tahu informasi lewat media sosial, kalau lo sudah yakin dan siap langsung cantumin jurusan dan universitas impian lo di pilihan pertama!
Eh iya, gue mau kasih tau nih, kalau jalur penerimaan mahasiswa baru ternyata enggak cuman SNMPTN dan UTBK-SBMPTN lho. Ada jalur baru yaitu Analitica Golden Ticket yang sudah resmi dibuka!
Lo bisa masuk universitas mitra AGT 2022 hanya dengan mengikuti Try Out Nasional yang diselenggarakan, nunggu apalagi? Yuk buruan buat akunnya dan ikutan!