Kalau lo pikir jadi dokter tinggal “jus jus jus” seperti yang dinyanyikan Susan, stop di situ. Profesi dokter memang mulia, tapi perjalanannya enggak pernah gampang. Memang apa sih, yang dilewati oleh mahasiswa kedokteran dengan wajib berkomitmen yang enggak main-main demi menjadi dokter?
Pendidikan Super Serius dan Super Panjang
Seperti pengetahuan umumnya, jurusan kedokteran merupakan field of study yang fokus pada ilmu kedokteran dan kesehatan. Pada dasarnya, lo akan belajar cara mendiagnosis, mengobati, dan mencegah penyakit. Jurusan ini boleh dibilang reserved for anak IPA only karena dasar ilmunya di biologi, fisika, kimia, dan matematika.
Perkuliahannya akan dipenuhi dengan mata kuliah tentang anatomi tubuh, fisiologi, biologi sel, genetika, biokimia, farmakologi, dan lainnya. Selain teori, skill dokter lo akan terlatih dengan banyak praktikum, baik di lab maupun rumah sakit.
Untuk menjadi dokter, lo perlu melewati beberapa fase pendidikan. Untuk menyandang gelar sarjana kedokteran, lo perlu kuliah S1 seperti pada umumnya. Fase ini biasa disebut praklinik.
Untuk fase klinik, lo akan melewati program profesi atau biasa disebut koas (cooperative assistant) yang langsung berhadapan dengan pasien di rumah sakit. Setelahnya, lo perlu mengambil Ujian Kompetensi Dokter Indonesia untuk meraih gelar Dokter. Proses ini dilanjutkan dengan magang untuk bekerja dan program spesialis.
Biaya kuliah kedokteran mengikuti institusi pendidikannya. Untuk PTN, uang kuliah tunggal berkisar dari 500 ribu-15 juta rupiah. Sementara, PTS berkisar 23 juta-350 juta rupiah. Tentunya, setiap perguruan tinggi punya rate yang berbeda. So, make sure buat cari tahu lebih lanjut.
Hal tersebut mengikuti banyak kebutuhan. Mulai dari alat kesehatan, kadaver, buku kuliah, dan sebagainya. Beberapa pengeluaran ini bisa lo akali dengan meminjam buku kuliah kakak tingkat yang sudah enggak dipakai dan mencari beasiswa.
Dilema Kuliah dan Menjadi Seorang Dokter
Detail di atas memberikan cukup alasan mengapa untuk kuliah kedokteran dan menunjang profesi dokter spesialis akan merogoh saku cukup dalam. As you have read, pendidikan kedokteran itu lamanya enggak tanggung-tanggung. Kira-kira, timeline belajar sampai jadi dokter itu seperti ini:
- Program sarjana (kuliah biasa): 3,5-4 tahun
- Program profesi (koas): 1,5-2 tahun
- Magang (internship; lo perlu ini untuk bisa bekerja sebagai seorang dokter): 1 tahun
- Program spesialis (bukan mandatory, tapi oke banget untuk menunjang ilmu dan pekerjaan): 4-6 tahun
Ini artinya lo akan menghabiskan semaksimalnya 13 tahun untuk karier dokter yang menjanjikan. But you always have options. Lo bisa jadi paramedis, peneliti, teknisi kesehatan, dan lainnya. Bahkan, kesempatan lo untuk bekerja di Kementerian Kesehatan, BNN, BPJS, dan menjadi dosen juga besar!
Dilema journey ini juga menyangkut realitas dokter. Walaupun terbilang cukup, nyatanya persebaran tenaga dokter di Indonesia belum merata. Kondisi ini enggak luput dari preferensi tempat praktik dan lokasi sekolah. Di sini juga moral dan impian seorang dokter diuji: lo mau ikut menyehatkan bangsa atau cari prestige semata.
Certified Anak Kedokteran
Tuntutan mahasiswa kedokteran enggak ada habisnya. Lo harus pintar, banyak baca, empathic, teliti, and the list goes on. Ada yang enggak percaya dirinya bisa survive kuliah kedokteran dan jadi dokter. Siapapun bisa kok, even lo!
Belajar ilmu kedokteran artinya lo harus tahan banting fisiknya. Ada waktu-waktu di mana lo harus belajar ekstra dan dapat shift jaga malam. (Calon) pasien akan sehat kalau dokternya sehat juga. Lo harus berusaha menerapkan work-life balance demi hasil yang lo inginkan!
Selain itu, pemandangan graphic akan menjadi bagian dari hidup lo. Mental pun harus kuat ketika lihat darah dan praktik dengan kadaver. Meskipun takut, manfaatkan setiap praktik untuk melatih keberanian lo.
Mahasiswa kedokteran enggak mesti di lingkungan akademik, kok. Lo juga harus mengembangkan skill interpersonal lo dengan ikut organisasi, atau meningkatkan kualifikasi dengan lomba. Lo masih bisa buat kehidupan kuliah lo fun dan berbuah manis untuk masa depan!
So, persiapkan komitmen dan kerja keras untuk menjadi mahasiswa kedokteran dan dokter, ya! Perjalanan lo akan sangat panjang dan enggak mudah. Even walaupun ending-nya lo enggak jadi dokter, enggak masalah! Ilmu lo akan selalu terpakai.
Lo pasti ingin persiapan yang praktis untuk masuk kedokteran lewat SBMPTN. Tenang saja–lewat Analitica, lo bisa mengakses dan latihan soal UTBK melalui aplikasi! Semuanya lengkap dengan pembahasan. Enggak cuma itu, Instagram dan Twitter Analitica selalu ada pembahasan soal UTBK! Pantengin terus aplikasi dan official account-nya, ya!