Program studi diadakan di skema perkuliahan, tentunya punya konsiderasi tersendiri. Beberapa di antaranya adalah bagaimana ilmu pengetahuan dan lulusannya akan berguna untuk negara. Ya kali, lo lulus tapi enggak tau mau ngapain setelahnya.
Nah, ini dia yang mengundang kebingungan sekaligus ketertarikan. Jurusan satu ini beneran one in a million–literally cuma ada satu di kampus Indonesia! Perkenalkan, jurusan Teknik Nuklir yang mengundang dan mematahkan stigma nuklir secara bersamaan!
Nuklir untuk Masa Depan Bangsa
Ketika mahasiswa Teknik Nuklir belajar tentang nuklir, mereka bukan persiapan perang ataupun sejenisnya–tenang saja. Berada di bawah fakultas teknik, jurusan Teknik Nuklir mempelajari nuklir sebagai inti atom yang berkaitan erat dengan radiasi. Enggak cuma itu, lo akan mempelajarinya sebagai sebuah materi, interaksinya, serta pemanfaatan nuklir.
Seperti yang sudah disinggung, Indonesia memang hanya punya satu kampus yang menampung jurusan ini, yaitu Universitas Gadjah Mada. Well, selain UGM, ada satu institusi pendidikan lagi yang sifatnya lebih ke kedinasan dengan lulusan D-IV yaitu Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dari Badan Tenaga Nuklir Indonesia (STTN BATAN).
Ribet enggak, sih, belajar tentang nuklir? Kalau lo menanyakan ini ke anak-anak jurusan Teknik Nuklir, jawabannya tentu akan beragam. Yang jelas, jurusan ini sangat menantang dan seru bagi kalian yang getol dengan fisika dan matematika.
Ketika menjadi mahasiswanya, lo enggak bakal secara langsung dihadapkan dengan “nuklirisasi” yang advanced, kok. Di tahun awal, lo akan diajak pemanasan dengan mengulang pelajaran sains SMA dan ilmu teknik dasar terlebih dahulu. Seterusnya, mata kuliahnya akan sedikit lebih berat seperti mekanika fluida, elektronika nuklir, radiokimia, dan masih banyak lagi.
Dapat dimaklumi kalau lo bingung lulusan teknik nuklir akan jadi apa. Justru karena kelangkaannya, prospek karier jurusan ini cukup menjanjikan, loh. Pertama, lo bisa banget kerja di bidang riset sebagai peneliti. Institusi seperti BATAN, BPPT, dan LIPI membutuhkan sarjana teknik nuklir.
Enggak cuma itu, perusahaan tambang dan minyak juga bisa jadi sasaran kerja lo! Mata kuliah seperti termodinamika dan mekanika fluida akan sangat membantu karier lo di bidang ini. Karena pemanfaatan radiasinya, lo juga bisa bekerja untuk rumah sakit sebagai ahli radiologi. Bagaimana, semakin tertarik masuk teknik nuklir?
Baca juga: Darurat Kriminalitas: Ayo Masuk Jurusan Kriminologi!
Persiapan Awal untuk Belajar Nuklir
Lo akan semakin difamiliarkan dengan dunia teknik nuklir yang akan selalu bertemu dengan fisika, matematika, dan ilmu terapan lainnya. Enggak akan berlebihan kalau dibilang jurusan ini akan kenyang angka dan hitung-hitungan. Namun, bahasa Inggris dan ilmu komputer juga jadi bekal yang penting karena lo akan bertemu dengan istilah-istilah asing dan banyak menggunakan komputer dalam proses perancangan dan kalkulasi.
Seperti anak teknik kebanyakan, Teknik Nuklir enggak akan lepas dari praktikum. Hidup mahasiswa jurusan ini juga banyak keluar masuk lab. Selain tahan mental dan fisik karena digempur ilmu yang bejibun, ketelitian dan akurasi harus dimiliki oleh mahasiswa Teknik Nuklir.
Jalur masuk jurusan ini seperti pada umumnya, kok. Lo bisa mencoba peruntungan lo melalui SNMPTN dan SBMPTN. UGM juga punya UTUL dan jalur pendaftaran lainnya yang dapat kamu ikuti. STTN BATAN membuka jalur umum, prestasi, dan masih banyak lagi jika kamu berminat belajar nuklir di sini.
Baca juga: KULIAH DUA JURUSAN SEKALIGUS, WORTH IT?
Indonesia akan Punya Nuklir?
Kalau lo khawatir Indonesia akan menjadi one of those countries, lo bisa agak sedikit lega. Pada 1995 di Bangkok, negara kita sudah menandatangani Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara sehingga Indonesia bebas nuklir. No, kita enggak bakal ada uji peluncuran nuklir atau pamer senjata kayak negara-negara tetangga.
Terus, kenapa ada jurusan Teknik Nuklir–sampai ada institusi pemerintahnya lagi? Ini adalah salah satu upaya untuk memiliki sumber daya alternatif untuk listrik ketika cadangan fosil sudah habis. Instead of mempersenjatai nuklir, kita buat nuklir jadi pembangkit listrik. Maka dari itu, ilmu teknik dan ilmu nuklir perlu dipelajari secara berkesinambungan.
Merealisasikan energi baru dan terbarukan, penerapan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sudah menjadi agenda PT PLN untuk 2040. Rencana ini tentunya sudah diikuti dengan banyak penelitian, kajian, dan kerja sama dengan berbagai institusi.
Stigma negatif masyarakat perlu dihadapi karena kebaikan yang dibawa oleh tenaga nuklir ini. Nuklir tidak memerlukan gas dan batu bara untuk menyokongnya sehingga limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan pencemaran dan dapat dikelola dengan baik. Indonesia (esp. Papua) berlimpah dengan uranium yang merupakan bahan baku PLTN. See? Dengan tenaga nuklir, kita bisa memaksimalkan SDA Indonesia untuk Indonesia sendiri.
Baca juga: Kenapa Harus Jadi Mahasiswa Rantau?
Gue paham, bahkan ketika lo sudah tahu seberapa bermanfaatnya lo dan nuklir nanti, lo masih ragu-ragu buat serius belajar dan mendalami teknik nuklir. Meskipun begitu, semoga lo tetap petrus jakendor untuk jadi mahasiswa Teknik Nuklir, ya!
Lo butuh referensi jurusan lain? Tahu enggak, sih, kalau Analitica senang banget ngobrol dengan teman-teman kampus dari jurusan yang unik dan menantang? Lo bisa follow dan cek akun instagram @analitica.id karena Analitica sering Instagram live-an untuk bahas berbagai jurusan kuliah dengan mahasiswanya sendiri. Yuk, segera melipir ke Instagram Analitica!