MBTI dan Zodiak, Science-approved atau Enggak?

Lo tipe yang suka mengeneralisir orang berdasarkan MBTI atau zodiaknya, enggak? Misalnya, “Lo bijak banget. Pasti INFP, deh” atau “Pantesan suka buat kesal. Gemini, ya?” dan berakhir membuat orang lain merasa enggak nyaman bahkan insecure. 

Zodiak dan MBTI–especially the latter one yang lagi marak–sering banget dijadikan tolak ukur kepribadian seseorang. Meskipun banyak pro dan kontra, dua jenis kumpulan karakter ini sudah jadi kultur tersendiri di kalangan anak muda. Memangnya, zodiak dan MBTI seakurat itu, ya?

Jangan mulai berantem, oke? Kita kupas satu-satu dulu, yuk!

MBTI dan Sains

Awal mula MBTI adalah dari ketertarikan Katherine Cook Briggs dan anaknya, Isabel Briggs-Myers, terhadap konsep psikologinya Carl G. Jung. Teorinya menyatakan bahwa ada 2 karakteristik utama jiwa manusia, yaitu tipe sikap umum dan tipe fungsi. Tipe sikap umum ini yang mendasari sifat introvert dan extrovert di MBTI. Sementara, tipe fungsional jadi cikal bakal lanjutan karakteristiknya.

Nah, permasalahannya terletak di bagaimana pasangan ibu dan anak serta psikiater ini menggunakan teori jiwa manusia. Bagi Jung, tipe-tipe tadi adalah keadaan kesadaran (consciousness) yang tentu berbeda tiap orangnya–bukan sebagai bentuk kepribadian. Sementara, teori ini akhirnya “dikemas” sedemikian rupa yang akhirnya menjadi benchmark pengelompokan orang.

Dalam lingkup ini, apa yang diusung oleh Carl G. Jung menghasilkan sedikit bukti ilmiah. Tentunya, ini membuat MBTI tidak sepatutnya dipakai sebagai tes psikologi. Bahkan, konsep MBTI sendiri tidak sepenuhnya didukung oleh psikolog dan psikiater.

Profesor Ilmu Psikologi Adam Grant menyatakan bahwa MBTI tidak memenuhi empat standar ilmu sosial, yakni bisa diandalkan, valid, independen, dan komprehensif. Selain itu, tes MBTI dapat memberikan hasil yang berbeda-beda dalam suatu kurun waktu. Sebuah riset membuktikan bahwa dalam interval 5 minggu, setidaknya 50% hasil tes berbeda dari yang sebelumnya.

Ada kemungkinan besar bahwa karakter yang dihasilkan bisa saling tertukar karena 16 karakter yang cukup serupa. Kalau dipikir-pikir lagi, ada ‘kan, orang yang ambivert? Tes MBTI pun dapat dilakukan secara mandiri tanpa pengawasan sehingga banyak faktor internal dan eksternal yang tidak kondusif mempengaruhi hasilnya.

Baca juga: Kuliah Jurusan Pendidikan Dan Guru: Apa Kaitannya?

Zodiak dan Sains

“Yang asalnya dari ilmu psikologi saja bisa enggak akurat, bagaimana yang pakai bintang-bintangan ini?” Konsep konstelasi bintang ini memang sudah lama banget dikenalkan oleh peradaban Mesopotamia pada 3000 SM. Orang-orang Tionghoa juga punya konsep zodiak yang lebih kita kenal dengan shio dengan siklus waktu yang berbeda.

Zodiak sendiri berasal dari kata Zoodiacos Cyclos yang mengacu pada sabuk khayal di langit atau lebih familiar dengan rasi-rasi bintang yang sekarang jumlahnya 13 (padahal kita taunya ada 12 zodiak, ‘kan?). Hitungan 12 zodiak merupakan perkembangan astrologinya Mesopotamia oleh astronom Babilonia di akhir abad ke-5 SM–pas dengan hitungan tahun masehi yang kita anut.

Claudius Ptolameus, seorang astronom-astrolog zaman dahulu kala, memberikan pengaruh besar terhadap penghitungan kecepatan dan rotasi secara akurat. Buku yang ia terbitkan sebagai dasar menghitung kalender selama lebih dari 10 abad memang dijunjung “kesaktiannya”. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan dan metode ilmiah semakin berkembang dan membuat astronomi serta astrologi jadi berbeda jauh keabsahannya. Kok bisa?

Lo nyadar, enggak, kalau zodiak itu ada dari zaman dahulu banget? Saat itu, bumi masih dipercaya sebagai pusat alam semesta. Sekarang, saat fakta tersebut debunked dengan astronomi yang dapat dibuktikan secara ilmiah, astrologi sudah tidak setepercaya itu. 

Sebenarnya, astrologi sempat digunakan sebagai dasar teori penelitian pengelompokan kepribadian. Subjek-subjeknya adalah public figure. Riset tersebut menyatakan bahwa tanggal dan bulan lahir dapat menentukan karakteristik manusia. 

Namun, bumi selalu bergerak dan otomatis membuat lokasi rasi bintang berubah. Astrolog Pedro Bagaranca sendiri bilang kalau perubahan ini membuat rasi bintang enggak lagi sesuai dengan tanggal lahir kita, yang mana tolak ukur zodiak dan astrologi itu, ya, tanggal lahir kita.

Baca juga: Pelajaran Sejarah: Keburu Bosan

Penerimaan Masyarakat Umum

Ternyata ribet, ya, MBTI dan zodiak itu. Then again, fanatisme orang-orang terkait alat klasifikasi orang ini masih berlanjut. Setidaknya ada 1,5 juta orang setiap tahunnya yang melakukan tes MBTI. Masih ada juga rubrik ramalan zodiak di majalah dan bisnis-bisnis ramalan, tarot, dan sebagainya.

On the tip of the iceberg, this is fun! Sok-sok meramal dan cari tahu masa depan seseorang, kepribadian mereka, kisah cinta mereka bagaimana–semua possible dengan zodiak. Zodiak pun jadi alat marketing yang cukup efektif, misalnya beauty brand bikin koleksi yang sesuai zodiak–walaupun gue sering kena zonk, sih, kurasi produknya buat zodiak gue jelek.

Sisi positif yang dapat kita ambil dari orang-orang yang menggemari zodiak dan MBTI adalah mereka berusaha memahami diri sendiri dan manusia lainnya. Meskipun enggak bisa dibilang a good start, dua hal ini bisa jadi acuan kita untuk menghadapi seseorang, dengan catatan, bukan untuk hal yang serius dan saklek, ya.

Saat ini, penilaian karakteristik manusia yang lebih akurat dan diakui oleh ilmuwan dan pakar psikolog adalah Big Five Personality Trait. Tentunya, alat ini selalu diperbaharui dan mengacu pada metode ilmiah. 

Baca juga: Guru BK dan Masa Depan Siswa

Sah-sah saja, kok, kalau lo mau menggunakan pseudosains seperti zodiak atau yang less credible seperti MBTI untuk diri sendiri. Intinya, jangan sampai kelewat kebiasaan dan diterapkan secara masif, ya. Kalau lo benar-benar ingin memahami karakteristik lo dan mengambil aksi atas hal tersebut, mending ikut tes psikologi yang beneran, deh!

Mungkin berasal dari problematika ini, lo termotivasi menjadi sarjana ilmu psikologi atau astronomi. Di Twitter @analitica_id dan Instagram @analitica.id, Analitica sering banget membedah jurusan-jurusan yang menarik buat lo. Langsung saja request lo mau tau jurusan apa dan cek juga bedah jurusan yang sudah-sudah di media sosial Analitica!

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!