Tips Survive Menjalani Dunia Perkuliahan Di Fakultas Hukum

Hayoo, siapa disini yang udah nonton drakor Law School? Itu loh, drama Korea seputar dinamika kehidupan dunia perkuliahan anak jurusan Hukum di Korea Selatan dengan alur ceritanya yang seru dan menantang. Keren banget deh pokonya dramanya, jadi bikin pingin masuk Fakultas Hukum 😀

Ngomongin soal jurusan Hukum nih, sedari dulu jurusan Ilmu Hukum selalu menjadi incaran favorit para calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi nih Sob. Jurusan Hukum nggak pernah absen nempatin posisi 10 besar jurusan terfavorit setiap tahunnya di kategori rumpun ilmu sosial & humaniora (soshum). Bahkan, kampus-kampus hukum (kampus yang memiliki jurusan hukum) atau istilah kerennya disebut dengan Law School, baik negeri maupun swasta nggak pernah sepi akan peminat atau calon mahasiswa.

Banyak alasan yang bikin kenapa jurusan hukum selalu jadi jurusan favorit tiap tahunnya. Alasan-alasan klisenya adalah peluang dan cakupan kerja jurusan hukum yang cukup luas, pilihan karir yang melimpah, prestise atau gengsi tersendiri dari jurusan hukum hingga alasan ekonomi dimana profesi hukum dianggap selalu mampu mendatangkan penghasilan yang “tinggi”sob. Alasan lainnya? Ya karena drakor tadi J

Tapi nih Sob, setelah memasuki dunia perkuliahan di Fakultas Hukum, seringkali beberapa mahasiswa ngerasa kalo perkuliahan di jurusan ini nggak sesuai dengan ekspektasi yang mereka bayangkan. Bermacam-macam keluhan bermunculan mulai dari terlalu banyaknya jumlah mahasiswa di Fakultas Hukum, buku-buku perkuliahan yang tebal dan menunggu untuk segera dibaca hingga segudang tugas yang menghujani tiap harinya ditengah patokan standar yang tinggi di Fakultas Hukum.

Terus, gimana sih cara biar kita tetap bisa survive menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum ? Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan berdasarkan pengalaman pribadi Mimin. Check this out Sob buat kamu, para calon mahasiswa Fakultas Hukum!

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Kamu Harus Melanjutkan Studi di Estonia

1. Maksimalkan Masa Orientasi Mahasiswa Baru

Awal masuk dunia perkuliahan, setiap mahasiswa baru (maba) hampir pasti bakal melalui tahapan yang sering kita sebut sebagai “Masa Orientasi Mahasiswa Baru” atau istilah simpelnya “Ospek”. Kegiatan ospek ini biasanya diadakan secara berjenjang dan beberapa tahapan Sob, mulai dari tingkat universitas, fakultas hingga jurusan. Selama ospek, biasanya para maba akan dikenalkan dengan seluruh seluk beluk kehidupan dunia kampus baik dari segi akademik maupun non-akademik.

Selain itu, masa ospek ini juga jadi wadah buat maba untuk saling berkenalan satu sama lain maupun dengan kakak tingkat yang nantinya bakalan membantu menunjang kelancaran kehidupan perkuliahan di kemudian hari. Nah, mengingat peran masa ospek yang sangat krusial karena merupakan pintu gerbang awal memasuki dunia perkuliahan, penting banget nih Sob buat kamu maksimalin partisipasi dalam kegiatan ini.

Hal yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti keseluruhan alur ospek dengan baik dan menyerap sebanyaknya-banyaknya informasi yang disampaikan oleh panitia. Selain itu, maksimalin juga nih kegiatan ospek ini buat nambah sebanyak-banyaknya relasi atau jejaring pertemanan kalian di lingkungan kampus. Kedua hal di atas niscaya akan sangat berguna untuk membantu kalian survive menjalani perkuliahan di fakultas hukum Sob!

2. Temukan Cara Belajar Yang “Kamu Banget”

Setelah ospek selesai, maka dunia perkuliahan yang sudah dinanti-nantikan pun dimulai Sob. Kegiatan pembelajaran di kelas mulai dilaksanakan yang biasanya diwarnai dengan siklus kegiatan secara umum dalam satu semester yaitu : penjelasan materi, penugasan, dan ujian. Nah, biar bisa survive dalam menghadapi dunia perkuliahan khususnya dalam kegiatan pembelajaran, penting banget untuk mengidentifikasi cara belajar yang paling sesuai dan nyaman atau istilahnya “kamu banget”.

Hal ini bakalan berguna banget Sob karena dengan cara belajar yang cocok, otomatis penyerapan materi perkuliahan pun akan berjalan secara maksimal. Contoh sederhana adalah dapat kita lakukan dengan berfokus kepada pembagian secara sempit tipe cara belajar seseorang ke dalam tiga kategori yaitu : tipe kinestetik, auditorial, dan visual. Kalo kamu emang tipe orang yang cenderung auditorial, kamu bisa maksimalin fokus belajar dengan mendengarkan penjelasan dosen dikelas dengan baik.

Tapi, kalo emang kamu orang yang lebih cocok sama tipe visual, kamu bisa maksimalin fokus belajar pake visualisasi bahan belajar yang menarik (misalnya dengan membuat mind map). Begitu juga dengan tipe kinestetik, kamu bisa maksimalin fokus belajar dengan cara mencatat perkuliahan yang diberikan oleh dosen selama kegiatan perkuliahan berlangsung. Tapi, sekali lagi perlu diinget nih kalo cara belajar setiap orang adalah berbeda-beda dan nggak hanya terbatas kepada tiga tipe tadi Sob. Hal yang terpenting adalah temukan cara belajar yang memang kamu banget yaa Sobat MIKA !

3. Temukan Peer Group Untuk Mendampingimu Mengarungi Suka Duka Dunia Perkuliahan

Sama seperti kehidupan, dunia perkuliahan pun nggak selamanya bakal berjalan mulus. Dalam perjalanannya, pasti ada aja fase dimana kita lagi ada “di atas” dan ada kalanya kita juga ada “di bawah”. Untuk melalui dinamika kehidupan perkuliahan ini, tentu kita butuh support system yang bisa senantiasa mendampingi kita dalam keadaan apapun disamping tentunya kedua orang tua atau saudara kita dirumah.

Makanya, penting banget nih buat kita menemukan peer group yang bisa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain selama melalui lika-liku dunia perkuliahan. Definisi dan bentuk dari peer group ini sebenernya beragam, bergantung kepada penafsiran masing-masing orang. Namun, trend yang berkembang saat ini adalah peer group sering diterjemahkan sebagai teman yang memiliki “satu frekuensi atau se-frekuensi” dengan kita.

Peer group ini bisa juga terwujud ketika kita secara sadar dan sengaja membentuk suatu kelompok belajar tertentu. Misalnya, kita membentuk kelompok belajar yang terdiri atas 3 orang mahasiswa dimana kelompok ini secara rutin berdiskusi bersama membahas topik mengenai persoalan seputar perkuliahan. Namun, secara garis besar peer group ini dapat kita definisikan sebagai “kelompok pertemanan kecil” yang biasanya tidak lebih dari 10 atau 20 orang.

Karena sifatnya yang kecil ini, maka hubungan antar individu yang ada di dalamnya bersifat lebih erat dan tentunya dapat membantu kita mengarungi kehidupan di fakultas hukum yang terdiri dari begitu banyak mahasiswa. Terlepas dari apapun definisi maupun bentuknya, yang terpenting sebisa mungkin kamu menemukan lingkungan pertemanan yang nyaman dan cocok buat kamu yaa Sob !

4. Mulailah Candu Pada Tiga Hal : Membaca, Menulis dan Berbicara

Banyak orang bilang kalo senjata utama dari anak hukum adalah kemampuan menulis dan berbicara. Itu emang bener banget Sob! Tapi nih, biar kita bisa menghasilkan suatu tulisan yang berkualitas dan berbicara atau membuat argumen yang berbobot, maka tentu kita perlu terlebih dahulu membiasakan diri untuk banyak membaca literatur-literatur terkait. Mulailah untuk membiasakan diri membaca literatur hukum, entah itu dalam bentuk buku, jurnal, paper atau dalam bentuk-bentuk yang lain.

Selain itu, mulailah untuk membiasakan diri banyak membaca berita dan peka terhadap dinamika hukum yang berkembang di sekitar kita. Kalo kebiasaan membaca ini sudah diterapkan, maka niscaya kemampuan untuk menulis dan berbicara pun akan meningkat secara signifikan Sob. Soal kemampuan menulis, hal ini bisa kita latih dengan rutin menulis secara periodik.

Contoh latihan ini misalnya adalah rutin menulis satu artikel seputar hukum setiap minggunya untuk kemudian dikirimkan ke platform social media hukum yang saat ini banyak berkembang. Sementara untuk kemampuan berargumentasi atau berbicara, hal ini bisa kita latih dengan cara yang sederhana.

Contoh cara tersebut adalah dengan senantiasa  menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen atau sesama rekan mahasiswa ketika proses pembelajaran di kelas sedang berlangsung. Nah, kalo tiga skill utama ini udah bisa kalian kuasain, percaya deh, petualangan kalian di dunia perkuliahan dijamin akan berlangsung relatif mulus dan menyenangkan Sob !

5. Ikutilah Berbagai Kegiatan Dunia Perkuliahan Positif Atau Program Pengembangan Diri 

Tips terakhir kali ini selain berguna untuk survive melalui dinamika perkuliahan di fakultas hukum, juga berguna untuk mendukung pengembangan karir setelah kalian lulus dan jadi sarjana hukum Sob. Kadang tentu kita merasa jenuh dengan rutinitas perkuliahan yang terkesan hanya “itu-itu saja.” Nah, buat ngilangin rasa jenuh ini, cara yang bisa kita lakukan diantaranya adalah melakukan rutinitas lain.

Rutinitas lain ini bisa kita dapatkan dengan cara aktif mengikuti atau menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa, mengikuti berbagai kegiatan perlombaan, mengikuti program magang, pertukaran pelajar dan sederet kegiatan-kegiatan positif lainnya. Dengan mengikuti berbagai kegiatan positif dan pengembangan diri tersebut, maka rasa jenuh menjalani perkuliahan pun akan hilang dan CV kamu tentunya akan bertambah tebal dan dapat bermanfaat bagi pengembangan karir kamu kedepan Sobat Mika !

Baca Juga : Mengenal Soal HOTS UTBK

Itu dia tips sederhana biar bisa survive melalui lika-liku dunia perkuliahan di fakultas hukum. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Mimin selama berkuliah kurang lebih dua tahun di fakultas hukum. Gimana, udah siap jadi anak Hukum keren kaya Joon Hwi? Semangat terus yaa Sob mengejar kampus impiannya dan tetep stay safe and healthy di masa pandemi ini

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!