Untung Rugi Mahasiswa Introvert

Mahasiswa Introvert – Di lingkungan sekolah atau pekerjaan yang baru, kesan pertama seseorang memang dimulai dari interaksi yang terjadi dan dihubungkan dengan kepribadian orang tersebut. 

Pada beberapa situasi, ketika bertemu dengan rekan kerja atau teman sebangku yang berkepribadian introvert, asumsi buruk sering muncul. Hal ini disebabkan dengan kepribadian seseorang yang sering diasosiasikan dengan kemampuannya dalam mengerjakan sesuatu.

Dalam konteks ini, di lingkungan universitas, mahasiswa introvert sering diasosiasikan sebagai seorang yang malas, sombong bahkan bodoh. 

Padahal, kepribadian dapat didefinisikan sebagai suatu pola khas yang dimiliki seseorang dalam berpikir, merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan serta menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan sekitar. 

Jadi intinya, kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan enggak valid untuk dijadikan ukuran kemampuan seseorang.

Nah, tadi kan gue sudah sebutin sekilas, salah satu kepribadian yang sebenarnya lumayan tricky untuk didefinisikan,  kepribadian introvert. 

Kenapa gue bilang tricky? Karena orang yang berkepribadian introvert enggak selalu sama dengan stereotype yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam konteks kehidupan perkuliahan, mahasiswa yang introvert tuh enggak selalu socially awkward atau pendiam dan jauh dari definisi bodoh yang selama ini dianggap lho. 

Terus mahasiswa introvert itu yang kayak gimana sih? Baca artikel ini sampai akhir ya! 

Mahasiswa Introvert Yang Gimana Sih?

Menurut Jung dalam Dolliver (1994), kepribadian dapat digolongkan menjadi 2, ekstrovert dan introvert. Dua jenis kepribadian ini dinilai saling berlawanan sehingga membutuhkan proses adaptasi yang lumayan lama untuk memahami dan menyesuaikan satu sama lain.

Kepribadian ekstrovert mengarahkan individu untuk bertindak lebih objektif dan memperhatikan dunia luar dibanding persepsinya. Adanya perhatian lebih dengan dunia luar mengarah pada timbulnya interaksi yang aktif sehingga seorang yang ekstrovert terlihat lebih ramah.

Sedangkan, kepribadian introvert mengarahkan individu untuk bertindak subjektif dan memusatkan perhatian pada dunia dalam atau privat. Sikap pendiam dan kurangnya interaksi ini dipicu oleh kecenderungan seorang introvert untuk lebih mengamati dunia luar sebelum bertindak karena pemikiran subjektifnya. 

Berdasarkan penjelasan diatas, ciri-ciri seseorang yang introvert adalah tenang, pasif, enggak suka bersosialisasi, hati-hati dalam mengambil tindakan, pendiam dan terkendali.

Maka dari itu, seorang mahasiswa introvert bisa disimpulkan sebagai seorang mahasiswa yang pemikir. Mereka memiliki kebutuhan untuk menganalisis suatu hal dari berbagai sudut pandang dan kondisi sebelum mengutarakan pendapat atau memberikan respon.

Selain itu, seorang mahasiswa introvert juga dinilai memiliki bakat untuk menciptakan solusi terbaik di berbagai situasi. Pribadinya yang tenang dan terkendali disertai dengan kehati-hatian dalam segala tindakannya menjadikan solusi yang diusulkan sering dianggap paling efisien untuk memecahkan masalah.

Oiya, walaupun garis besar ciri-ciri kepribadian introvert dapat digunakan sebagai acuan, perlu dipahami bahwa ada beberapa situasi dimana ciri-ciri tersebut enggak sesuai dengan kepribadian seseorang.

Misalnya, mahasiswa A adalah seorang introvert tapi enggak pendiam dan justru suka berkumpul dengan teman tertentu untuk bercengkrama dengan cangkupan bahasan yang sesuai dan menarik bagi mereka. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh lingkungan sekitar pada karakteristik kepribadian kita.

Baca juga: MBTI dan Zodiak, Science-approved atau Enggak? 

Stereotip dan Realita Mahasiswa Introvert

“Teman kelompok gue introvert nih, pasti susah diajak diskusi, daritadi diam aja soalnya. Mana ditanya pendapat lama banget jawabnya” 

Yang merasa dirinya introvert pasti pernah dengar komentar kayak di atas dari teman kampus kan? Udah enggak usah dimasukin hati, anggapan masyarakat ke mahasiswa introvert memang banyak sisi negatifnya, Sob!

Selain kerap dianggap pemalas, sombong atau bodoh, mahasiswa introvert juga dianggap penakut. Maksudnya, berdasarkan kepercayaan masyarakat bahwa orang dengan kepribadian introvert itu terlalu banyak memikirkan hal-hal daripada melakukan tindakan.

Sering disebut have a lot in mind but zero in action, mahasiswa introvert dianggap terlalu takut untuk memulai. Apalagi di lingkungan universitas yang menjadi batu tanjakan paling penting untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan, mereka sering dianggap malas karena sulit untuk diajak berkembang.

Ngomongin stereotip sulit untuk diajak berkembang, stereotip ini muncul berkaitan dengan perkembangan era yang berjalan sangat cepat sehingga budaya belajar atau lingkungan profesional lebih mengutamakan tindakan daripada renungan.

Terus, apakah benar mahasiswa introvert sulit untuk diajak mengembangkan kemampuannya? 

Jawabannya, enggak sulit asalkan ada keinginan. Karena, pada dasarnya, mahasiswa introvert sama dengan mahasiswa lainnya, memiliki zona nyaman yang dibangun atas dasar preferensi pada suatu lingkup topik atau bidang tertentu. 

Selain zona nyamannya, waktu dan proses yang harus mereka jalani untuk dianggap “normal” di lingkungan universitas jelas berbeda. Keahlian untuk membangun interaksi dan komunikasi dengan orang asing membutuhkan proses yang tentu saja enggak sehari semalam.

Realitanya, mahasiswa introvert bukan berarti malas atau bodoh. Berada di lingkungan universitas disertai dengan tanggung jawab yang besar bagi lingkungan dan masa depannya, seorang mahasiswa introvert memiliki ambisi yang besar untuk melatih potensi dirinya. 

Baca juga: Siswa Aktif Bertanya di Kelas = Kewajiban?

Besar Keuntungan atau Kerugiannya?

Once again, niat gue di artikel ini adalah meluruskan stereotip yang sering dilekatkan pada mahasiswa introvert. Karena kenyataannya, sebagian dari anggapan masyarakat itu memang benar dan sebagian ada yang salah juga. 

Maksudnya gimana? Nah, baca kelanjutannya ya!

Kalau diamati, zaman memang sudah berubah. Pola pendidikan teacher centred kini sudah dalam perjalannya berganti menjadi student centred. Sekarang, peran guru hanya sebagai fasilitator yang memandu kelas dan murid lah yang menjadi lebih aktif bertanya dan mencari informasi di kelas.

Pergantian pola pengajaran ini bisa jadi boomerang bagi mahasiswa introvert. Seluruh jurusan yang ada memiliki sistem pengajaran yang berbeda-beda tapi mayoritasnya menitik beratkan di proses diskusi sebagai pola pengajaran.

Misalnya, kegiatan perkuliahan di Fakultas Kedokteran, mahasiswa dituntut untuk melakukan kegiatan diskusi tutorial yang mengharuskan mahasiswanya untuk menyampaikan materi yang dipahami secara individu. 

Selain itu, pada kegiatan perkuliahan di jurusan sastra yang sering dianggap hanya “menulis”, pada kenyataannya justru lebih banyak berdiskusi tentang sudut pandang setiap mahasiswanya terhadap suatu karya sastra. Terlebih jika berada di jurusan sastra asing yang menuntut mahasiswanya untuk aktif berbicara menggunakan bahasa asing sebagai tolak ukur penilaian. 

Melihat realita yang ada, bisa disimpulkan bahwa batasan-batasan yang dimiliki mahasiswa introvert bisa jadi penghalang bagi prestasi akademiknya. Menurut Houkos dan Penick hubungan antara kepribadian dapat berdampak pada prestasi akademik.

Kesulitan komunikasi dan preferensi kuat untuk mengerjakan semuanya sendiri menghambat akselerasi akademis seorang introvert. 

Bukan hanya itu, berada di jenjang perkuliahan erat kaitannya dengan organisasi mahasiswa. Memilih untuk menghindari mengikuti organisasi dan tetap berada di zona nyaman bukanlah pilihan yang menjanjikan.

Keahlian harus diasah, pengalaman harus dicari, kemampuan harus dikembangkan. Kalau memilih untuk tetap egois dan berada di titik yang sama dengan alasan “aku kan introvert”, gimana mau maju?

Kesadaran dan niat untuk berkembang dan menantang diri sendiri untuk maju wajib ditumbuhkan. Menjadi seorang introvert enggak salah, yang salah adalah menolak untuk berkembang, terlalu malas untuk melihat kondisi lingkungan sekitar dan menyesuaikannya demi masa depan hanya dengan embel-embel introvert.

Enggak apa-apa kalau lo butuh waktu yang lebih lama daripada yang lain untuk reach the top atau dianggap awkward sama teman karena lo mencoba untuk mengatasi rasa takut dan enggak percaya diri lo.

Sebagai seorang mahasiswa, sudah sepatutnya lo mencoba banyak hal dan explore berbagai hal dan berbagai sisi diri lo. Menjadi mahasiswa introvert dalam artian susah untuk diajak diskusi, pendiam di kelas, malas untuk berpikir kritis bukanlah keuntungan dalam ruang lingkup pendidikan. 

Tapi, menjadi introvert dalam artian ambisius dan dengan jalannya sendiri untuk meraih apa yang diimpikan, itu menguntungkan. Jadi, jangan salah paham, menjadi seorang introvert itu enggak salah, kok! Asal, tetap ada keinginan untuk berkembang ya, jangan mau stuck di titik yang sama.

Baca juga : Sisi Baik Menjadi Mahasiswa Ambis

Oiya, buat lo yang mau mengasah rasa percaya diri lo, lo bisa nih coba-coba latihan tryout  gratis buat persiapan UTBK, SBMPTN, Seleksi Mandiri dan lainnya di Analitica. Jangan lupa juga buat baca artikel lainnya dari Analitica ya!

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!