Kenapa Harus Jadi Mahasiswa Rantau?

Apakah lo termasuk mahasiswa yang sudah pengen banget merantau? Atau justru malah takut? Buat mayoritas, kesempatan “keluar dari rumah” dan hidup mandiri jadi privilege tersendiri. Padahal mereka ‘kan, jauh dari rumah. Kok bisa, ya? Apa saja keuntungan jadi mahasiswa rantau?

Privilege Anak Rantau Tiada Duanya

Yes, gue tahu kalau merantau itu cukup riskan. And yes, banyak yang dipertaruhkan kalau lo hidup jauh dari keluarga lo. Tapi, it’s all worth the risks!

Umumnya, mahasiswa memutuskan merantau karena dia bisa menemukan opportunity lebih baik, di kota-kota besar misalnya. Enggak ada kampus terdekat yang dapat menampung kemauan tinggi belajarnya, dan kampus terbaik jauh jaraknya. Hal ini berhubungan dengan pekerjaan yang akan lo temukan nantinya juga.

For once, you take control of your life! Dengan merantau, lo secara langsung berlatih mandiri dan bertanggung jawab atas kehidupan lo. Tentunya, kebebasan dan fleksibilitas ini diikuti dengan kewajiban yang akan lo lakukan sendirian juga. Pelajaran hidup di “rumah orang” akan membuat lo lebih apresiatif dan tidak menyia-nyiakan hal di sekitar.

Sesenang-senangnya lo berpetualang sendiri, lo harus penuh dengan persiapan. Mulai dari mau kuliah di mana, tinggal di mana, transportasinya bagaimana, dan sebagainya. Sudah sepatutnya menjadi mahasiswa rantau itu challenging, jadi ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Baca juga: Tugas Sekolah: 1 Koin dengan 2 Sisi yang Berbeda

Kehidupan Sosial Anak Rantau

Lo akan kesusahan bertahan hidup tanpa teman saat merantau, serius deh. Perantauan seharusnya menjadi kesempatan lo untuk membangun seluas-luasnya koneksi dan pertemanan. Merekalah jawaban ketika lo mengalami hal yang lumrah terjadi di anak rantau: culture shock.

Kemampuan beradaptasi sangat dibutuhkan di sini. Dengan punya teman, apalagi yang domisili asli, lo jadi tau bagaimana budaya yang dijunjung. Jangan lupa menjaga sikap dan tata krama, ya. Menjadi “pendatang” yang baik akan membantu keberlangsungan hidup lo selama di kota lain.

Keamanan Anak Rantau

Posisi lo sebagai anak rantau sangatlah fragile. Banyak kejadian tidak enak yang berpotensi terjadi. Hal ini karena menurut pelaku kejahatan, lo adalah sasaran empuk. Kemalingan, difitnah, sampai pelecehan seksual dapat terjadi pada lo dan siapapun! Bahkan teman terdekat dapat mengecewakan kita.

Maka dari itu, tingkat kewaspadaan lo harus dinaikkan. Jangan pernah anggap remeh kamar kos atau sepeda motor yang sudah dikunci atau belum. Jaga personal space  layaknya diri lo sendiri, jadi pilih-pilih orang yang boleh masuk dan tahu kos-kosan lo. Boleh terlihat santai, tapi tetap aware, ya!

Manajemen Waktu Anak Rantau

Bagi yang belum terbiasa, mengatur waktu untuk diri sendiri itu sulit. Lo harus bangun pagi, bersih-bersih, belajar, makan, dan tidur sesuai aturan sendiri. Kalau hal ini tidak diatur dengan baik, efeknya akan membuat flow kehidupan lo kacau. Akibatnya lagi, baik kesehatan maupun performa lo akan menurun.

Enggak ada yang bisa menjanjikan kalau lo langsung bisa manage waktu dengan baik. Tapi, lo bisa mulai dengan membuat skala prioritas dan jadwal sehari-hari. Hal ini dapat membantu lo keep on track dan enggak melewatkan kewajiban. Memang nantinya ada hal yang harus direlakan, tapi lo pasti bisa!

Baca juga: Tips Survive Menjalani Dunia Perkuliahan di Fakultas Hukum

Manajemen Keuangan Anak Rantau

Selain waktu, finansial juga menambah beban pikiran anak rantau. Walau sudah tahu uang pas-pasan, ada kalanya lo kecolongan banyak pengeluaran sekunder. Awal-awal merantau dan kuliah memang begitu–freedom mengatur keuangan sendiri itu memabukkan, man.

Sama seperti mengatur waktu, lo juga harus buat skala prioritas pengeluaran. Kalau mau dibawa to the next level, bukukan segala pemasukan dan pengeluaran. Jangan sering berlindung di kedok “self-reward” juga. Lo sendiri yang tau kapan harus mengeluarkan uang lebih dan menghematnya.

Enggak jarang kok, anak rantau cari pemasukan lebih. Biasanya, mereka bekerja part-time di kafe, jadi freelancer, guru les, dan sebagainya. Coba juga cari beasiswa. Ini bisa jadi opsi lo untuk menambah uang jajan dan memfokuskan uang pemberian orang tua ke kebutuhan primer.

Kesehatan (Mental) Anak Rantau

Hal ini sebenarnya enggak bisa dihindari juga. Dalam kehidupan merantau, lo akan mengalami banyak trial and error. Karena lo belum bisa mengatur waktu dengan baik, lo akhirnya kekurangan tidur dan jarang makan karena enggak ada yang mengingatkan atau masak buat lo.

Terutama karena lo sendirian, midnight thoughts lo berulah. Ditambah kangen dengan kampung halaman dan keluarga, lo cenderung berpikir negatif dan sedih. Peer pressure dan tugas kuliah yang menumpuk menyakiti mental lo. Enggak jarang, bagi beberapa yang tidak tahan, nyawa taruhannya.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Makan Populer di Jatinangor

Ini adalah jalan hidup pilihan lo, dan lo tahu risikonya. Kalau merasa sesak, lo selalu bisa istirahat sejenak. Hubungi orang tua dan keluarga lo dengan sering untuk meminimalisir kerinduan. Lo juga bisa curhat ke teman seperjuangan atau yang lo percaya.

Hidup merantau memang susah-gampang. Selalu ingat komitmen dan tujuan lo merantau agar perjuangan lo enggak sia-sia! Selalu cari informasi yang mempermudah kehidupan perkuliahan lo! Well, Analitica bisa jadi jawabannya. Stay tuned terus di media sosial Analitica, ya!

Instagram : @analitica.id

Twitter : @analitica_id 

Butuh Soal Asli TKA 2025 dan Prediksi TKA SMA 2026? Sini Coba Gratis!

Coba latihan soal gratis berikut ini. Tersedia layanan persiapan TKA SMA 2026 dan SNBT 2027 yang soal-soalnya diambil dari ujian asli tahun sebelumnya.

Artikel Terbaru

Dapatkan Materi Prioritas!

Baru kali ini, latsol persiapan TKA dan UTBK semenyenangkan ini!