Efek Multitasking – Biasanya di awal tahun gini, camaba lagi pada sibuk mempersiapkan mental, fisik dan pikiran untuk pergi ke medan perang (baca: SNMPTN, UTBK, Ujian Mandiri) nih!
Pastinya, impian terbesar yang harus diusahakan dengan segala cara adalah dapat bangku kuliah di jurusan dan universitas yang diimpikan ya sob! Nah, untuk mencapai impian itu, ilmu multitasking sering jadi jurus andalan.
Ngomongin multitasking nih, lo udah tau belum sebenarnya apa arti multitasking dan efeknya? Terus, beneran efektif enggak sih multitasking tuh? Tanpa lama-lama, langsung bahas ae yuk!
Apa Arti Multitasking
Sekarang, rasanya 24/7 tuh enggak cukup buat melakukan semua kegiatan yang diinginkan. Apalagi, kalau jadwal sehari-harinya padat banget, beberapa kegiatan akhirnya mau enggak mau harus dilakukan secara bersamaan.
Istilah multitasking telah digunakan selama beberapa dekade untuk menggambarkan kemampuan pemrosesan paralel komputer. Di akhir tahun 1990 dan awal tahun 2000, ide tentang kemungkinan multitasking dapat dilakukan muncul dalam bentuk generasi pertama perangkat digital yang bisa digenggam.
Perangkat ini diharapkan dapat merepresentasikan kecanggihan teknologi yang dapat membantu untuk melakukan beberapa hal sekaligus. Nah, setelah populer di bidang teknologi, istilah multitasking juga digunakan untuk mendeskripsikan bentuk keahlian tertentu yang bahkan bisa ditulis di CV untuk melamar pekerjaan lho!
Makanya, istilah multitasking dapat diartikan sebagai upaya seseorang untuk melakukan beberapa hal secara cepat dalam waktu yang bersamaan.
Baca juga : Kuliah Dua Jurusan Sekaligus, Worth It?
Efek Multitasking
Zaman serba digital = zaman serba cepat. Apalagi, kehidupan sehari-hari yang saat ini sebagian besar berbasis online membuat waktu berlalu tanpa disadari. Saking cepatnya waktu berlalu, berbagai tuntutan untuk mengikuti cepatnya arus dan perasaan takut kalah sering hadir, khususnya bagi para camaba.
“Mau gimana lagi, sekarang banyak tuntutan yang harus disegerakan. Kalau satu jam cuman belajar satu materi ya enggak bakal cukup” curhat camaba yang suka begadang demi ngerjain berlembar-lembar latihan soal.
Review materi sekolah, ikut bimbel, coba ikuti banyak TryOut, latihan soal, semuanya deh dilakukan dari pagi ketemu pagi lagi. Kalau sudah begini, mayoritas orang secara sadar atau enggak akan melakukan multitasking nih di kehidupan sehari-harinya.
Baca juga : Sisi Baik Menjadi Mahasiswa Ambis
Faktanya, sekarang, sambil belajar aja lo bisa pesan makanan lewat aplikasi ojek online, beli sayur titipan ibu di aplikasi jual sayur online dan check-out skincare kesayangan di toko oren. Tuh, multitasking kan? Intinya, sekarang semuanya udah bisa diakses lewat online, segala aktivitas jadi sat set sat set.
Tapi, lo tau enggak sih kalau multitasking enggak selalu kasih efek positif lho! Ya namanya hidup di dunia, segala halnya pasti ada sisi positif dan negatifnya kan ya.
Nah, sekarang gue mau kasih tau nih seberapa efektif sih multitasking itu dan juga share beberapa efek multitasking yang enggak boleh dianggap remeh. Simak sampai akhir ya, jangan di skip!
1. Tingkat Produktivitas dan Kreativitas Menurun
Kehidupan yang serba cepat menuntut masyarakat untuk melakukan tugasnya dengan cepat dan tanggap. Tuntutan untuk selalu menjadi produktif dan kreatif terkadang jadi beban untuk seseorang yang kesehariannya punya banyak aktivitas.
Sebagai siswa atau mahasiswa, lo pasti pernah mengalami momen dimana dikasih tugas guru atau dosen buat makalah jam 9 pagi terus disuruh kumpulkan dalam satu jam. Saking kelabakannya, mau enggak mau lo harus double device dan ngerjain makalahnya sambil ikut kelas yang lain kan?
Nah, nyambung sama pengalaman itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Thomas Buser & Noemi Peter, kinerja seseorang yang dipaksa untuk melakukan multitasking tuh justru lebih buruk daripada mereka yang mengerjakan tugasnya secara berurutan dan terjadwal lho!
Ketika lo melakukan beberapa hal sekaligus, lo bisa terkena efek multitasking yang membuat lo kesulitan untuk fokus mengerjakan suatu hal dengan baik. Sulit fokus inilah yang berdampak besar pada tingkat produktivitas dan kreativitas lo.
Makanya, lebih baik selesaikan kegiatan yang satu dulu baru pindah ngerjain yang lain ya!
Baca juga : Si Early Bird vs Night Owl, Cari Tahu Style Belajarnya Yuk!
2. Perlahan Merusak Memori Otak
Melakukan multitasking secara berkepanjangan bisa memberikan efek multitasking yang buruk dimana kemampuan mengingat lo secara perlahan akan jadi lemah. Apalagi kalau lo melakukan multitasking yang bersinggungan dengan teknologi, dah mendingan stop!
Gue kasih contoh nih, misalnya, lo lagi nonton video YouTube sambil mengerjakan tugas. Perhatian lo akan terpecah antara tugas yang lo kerjakan dan audio dari YouTube. Tanpa disadari, lo akan lupa apa yang sedang lo kerjakan atau video apa yang sedang playing di laptop. Intinya, lo akan gampang lupa sama salah satu kegiatan yang lo kerjakan!
Kalau terus menerus melakukan hal tersebut, lo akan kesulitan untuk menghafal materi pelajaran atau bahkan hal-hal penting karena telah terbiasa memecah fokus pada beberapa hal dalam waktu yang bersamaan.
3. Musnahnya Social-skill
Hampir semua aktivitas sekarang bisa diakses secara online, fenomena ini berdampak pada komunikasi antar individu yang jadi semakin berkurang. Saking maraknya multitasking, orang-orang jadi ekstra sibuk dan enggak punya waktu untuk bersosialisasi.
Sosialisasi sekarang kan dilakukan via media sosial yak, sebatas ngirim chat atau dm aja udah cukup untuk dianggap sebagai teman dekat. Virtual friend bahasa kerennya, solusi dari kesibukan orang-orang yang memilih untuk multitasking dengan jadwal yang selalu full tiap harinya sampai enggak sempat untuk kenalan sama orang baru.
Kalaupun ada waktu untuk ketemu dan ngobrol secara langsung, out of habit mereka pasti melakukan multitasking yang membuat lawan bicaranya jadi kurang nyaman. Kesan enggak menghargai lawan bicara karena sibuk dengan hal lain bisa jadi alasannya.
4. Kehilangan Self-control
Menjadi seorang yang addict dengan multitasking, lo bisa kehilangan kontrol atas diri lo sendiri. Eitss, bukan, bukan maksudnya lo jadi gila atau gimana, tenang..
Yang gue maksud tuh lo bisa jadi gampang panik, gampang ke-distract sama hal sepele dan lo lupa caranya santai. Intinya, lo kesulitan untuk take a grip of yourself. Jadinya, bukan lo yang atur diri lo sendiri tapi tugas, kerjaan atau ekspektasi lingkungan sekitar yang takeover diri lo.
Siapa sangka, efek multitasking bisa buat lo terbiasa jadi orang yang gercep dan perlahan bisa buat lo kehilangan kontrol atas diri lo sendiri. Hiih, serem ya!
5. Kehilangan Momen Kehidupan
Saat lo multitasking, segala macam hal pasti campur aduk di otak lo. Misalnya, mikirin cara jawab latihan soal mati-matian (baca: matematika) dan menghafal materi sejarah dalam waktu yang bersamaan memang ampuh buat otak lo hampir pecah.
Tapi, lo sadar enggak sih kalau semakin sering lo multitasking, lo tuh enggak saving time tapi justru wasting time. Lah, kok bisa?
Punten nih ya, kenyataannya saat lo multitasking dengan aktivitas otak dan fisik yang kerja tanpa henti, lo akan lebih mudah merasa capek daripada ketika lo mengerjakan sesuatu secara bergilir.
Emang bener, ketika lo multitasking, waktu yang lo butuhkan untuk mengerjakan to-do list lo jadi jauh lebih singkat. Tapi, apakah sisa waktu itu bakalan berguna kalau diri lo jadi 2x lipat lebih capek daripada seharusnya?
Kemungkinan besar, waktu yang niatnya lo simpan untuk kegiatan lain akan berubah jadi waktu istirahat karena rasa capek yang lo rasakan setelah mengerjakan beberapa hal sekaligus. Pada akhirnya, lo kehilangan momen kehidupan yang harusnya lo buat nyantai dan fokus untuk eksplor hal-hal yang belum pernah lo coba.
Kalau kata gue nih, mending lo buat jadwal dari to-do list lo sehari-hari. Pilih hal yang mau diprioritaskan yang mana dan dikerjakan jam berapa. Tentukan juga goals lo per harinya. Fokus di satu kegiatan dalam satu waktu, yang terpenting semua to-do list terlaksana.
Inget, take your time, enggak harus buru-buru untuk melakukan segala hal. Setiap hal di hidup lo tuh pasti ada momennya, tetap berusaha dan take care of yourself. Karena di atas segalanya, kondisi lo saat inilah yang paling penting untuk bisa lanjutin ke proses selanjutnya sampai impian lo tercapai.
Oiya, hampir lupa nih, berhubung bentar lagi war buat dapetin bangku kuliah udah mau dimulai, gimana persiapan lo? Udah yakin menang atau masih maju-mundur nih?
Udah, enggak usah takut, sekarang mendingan lo ikutan Daily TryOut UTBK dari Analitica.id aja dulu gih buat persiapan biar yakin menang! Download aplikasinya sekarang dan kerjakan TryOut gratisnya anytime and anywhere!