Ini Dia Alasan Mengapa Kamu Harus Mulai Jatuh Cinta Membaca Buku

2 min read

alasan membaca buku

Halo sobat MIKA, ketemu lagi sama aku di Analitica.id. Semoga kabar kalian baik yaa. Ngomong-ngomong, ga kerasa ya sekarang kita udah masuk ke periode akhir bulan April. Biasanya di bulan April ini kita bakalan memperingati hari penting nih sob. Hari apakah itu? Yap, benar sekali, Hari Buku Sedunia. Selain merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April setiap tahunnya, kita juga merayakan Hari Buku Sedunia pada tanggal 23 April nih sob.

Nah, gimana sih sejarahnya sampai bisa ada hari buku sedunia? Sejarahnya sendiri nggak lepas dari peranan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sebuah badan PBB, yang menetapkan World Book Day pada tanggal 23 April 1995. Tanggal ini sendiri dipilih karena sesuai dengan tanggal wafatnya beberapa penulis ternama diantaranya adalah William Shakespeare (Inggris), Inca Garcilaso de la Vega (Spanyol) dan Miguel de Cervantes (Spanyol).

Selama peringatan hari buku sedunia ini, UNESCO akan memilih World Book Capital setiap tahunnya dimana pada tahun 2021 predikat ini disematkan kepada kota Tbilisi, Georgia. Kota yang terpilih nantinya akan mempromosikan kegiatan membaca buku dan mengadakan acara-acara menarik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku selama satu tahun.

Eh, tapi sebenernya apa sih alasan kita harus banget nih mulai “jatuh cinta” sama kegiatan membaca buku? Emang apalagi manfaat membaca buku selain sebagai jendela dunia dan sumber ilmu pengetahuan? Nah mumpung sekarang kebetulan tanggal 23 April 2021, pas banget nih kalau kita bahas aja alasan mengapa kita harus mulai “jatuh cinta” untuk membaca buku. Langsung aja, check this out sob!

1. Meningkatkan Aktivitas Otak

Alasan pertama adalah membaca bisa benar-benar membuat kepala menjadi kita “hidup”. Ini karena membaca membuat otak menjadi aktif, lho. Studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh Gregory S. Berns et.al yang dipublikasikan pada Jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI) berjudul Short and Long Term Effects of a Novel on Connectivity in the Brain melakukan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel di otak.

Hasilnya, terlihat bahwa saat ketegangan dibangun dalam cerita, semakin banyak area otak yang menyala karena adanya aktivitas. Selain itu, pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan berhari-hari setelahnya, konektivitas otak meningkat, terutama pada korteks somatosensori, bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan nyeri. Peningkatan aktivitas otak ini tentu sangat baik bagi kita sobat Mika, karena dapat membuat otak kita bekerja lebih efektif dan efisien.

Baca Juga : Jurusan Ilmu Komunikasi dan Prospek Kerjanya

2. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Tanpa kita sadari, membaca secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi. Membaca dapat mendorong kita menyerap berbagai macam informasi dan pengetahuan yang ada sehingga memudahkan kita untuk beradaptasi dalam topik pembicaraan dan kondisi apapun. Selain itu, membaca dapat memperkaya khasanah kosa kata yang kita miliki yang pada akhirnya dapat memudahkan kita dalam hal kegiatan berkomunikasi lisan maupun tulisan sob!

3. Meningkatkan Daya Ingat

Dilansir dari The Best Brain Possible, kebiasaan membaca buku dapat meningkatkan daya ingat seseorang. Ketika sedang membaca, otak tidak hanya bekerja menguraikan kata-kata yang kamu baca. Saat membaca, neurobiologis juga akan memproses gambar maupun ucapan yang muncul ketika kamu membaca. Selain itu ketika membaca, bagian otak yang mengatur penglihatan dan bahasa akan bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang kamu mengerti dan lebih mudah untuk diingat dan dipahami sob. Dengan memiliki daya ingat yang tinggi, kamu pasti bakalan lebih mudah nih menjalani kegiatan sehari-hari baik di bidang pendidikan maupun non-pendidikan. Keren banget kan?

4. Menurunkan Tingkat Stres dan Depresi

Pandemi yang sudah berjalan lebih dari satu tahun sedikit banyak berkontribusi terhadap kesehatan mental kita nih sob. Kegiatan yang banyak dilakukan secara online mengharuskan kita untuk terus stay tuned “di depan layar” alias megang smartphone dan laptop terus. Gak jarang rutinitas ini bisa bikin kita stress dan depresi. Salah satu obat dari keluhan ini adalah dengan melakukan aktivitas membaca buku.

Dengan membaca buku, kamu bakalan bisa “kabur sejenak” dari segala rutinitas yang ada dan “ikut tenggelam” bersama informasi dan cerita yang tertulis di dalamnya. Dilansir dari Huffpost, membaca buku dapat berkontribusi lebih efektif untuk menurunkan tingkat stres dibandingkan berjalan kaki maupun mendengarkan lagu.

5. Menurunkan Resiko Terserang Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah pemicu utama demensia, yaitu gangguan otak yang mengakibatkan hilangnya kemampuan intelektual dan sosial seseorang. Penyakit ini biasanya menyebabkan perubahan perilaku dan hilangnya memori seseorang dan umumnya menyerang orang-orang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Nah, supaya kita ga mudah terserang Alzheimer dimasa tua nanti, kita bisa mulai terapin kebiasaan baik nih sob, salah satunya dengan rutin membaca. Dilansir dari Caring Everyday, membaca mampu menurunkan risiko protein beta amyloid dalam otak yang meningkatkan risiko Alzheimer.

Baca Juga : Mengenal Jurusan Antropologi dan Prospeknya

Banyak banget kan Sobat Mika keuntungan dari kebiasaan membaca buku? Makanya, yuk kita mulai terapin kebiasaan baik membaca buku minimal satu lembar sehari agar kita dapat memperoleh manfaat-manfaat baik di atas! Selamat Hari Buku Internasional Sobat Mika! J

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *