Congratulations, lo sudah melewati tantangan pertama dengan mengetahui ingin berkuliah di jurusan apa! Proses untuk akhirnya membuat keputusan itu enggak mudah, ya ‘kan? Sayangnya, “penderitaan” lo enggak berhenti sampai situ saja. Ada hal penting yang perlu lo pikir matang-matang juga yaitu kuliah di kampus negeri atau swasta.
Mungkin, bagi beberapa orang, keputusan ini dianggap mudah untuk diambil–jawabannya pasti pada pengen kuliah di kampus negeri, ‘kan? Padahal, perguruan tinggi negeri (PTN) enggak melulu penuh dengan kelebihannya yang terkesan membayangi perguruan tinggi swasta (PTS). Let’s see apa yang luput dan jelas mengenai kedua perguruan tinggi ini.
Persaingan Internal Negeri vs. Swasta
Did you know kalau bahkan PTN dan PTS saling bersaing? Universitas apapun pasti saling bersaing, sih. Kualitas pengajar, lulusan, infrastruktur, international exposure–hal-hal seperti itu sangat menjadi suatu bentuk kebanggaan tersendiri dan lumrah untuk dilakukan oleh para kampus.
Namun, karena keunggulan dan pamor PTN, pemahaman kalau PTN dan PTS adalah setara jadi enggak begitu applicable. Persaingan mereka berpotensi enggak sehat di mana para kampus jadi saling “berebut” mahasiswa. Karena PTN enggak membatasi kuota dengan baik, PTS mendapatkan mahasiswa dalam jumlah sedikit atau bahkan enggak sama sekali.
Isu ini diulas oleh Ketua ABP PTSI Wilayah Provinsi Lampung Andi Surya dan perwakilan IIB Darmajaya Andi Desfiandi. Mereka mengatakan bahwa PTN harus lebih bijak dalam menentukan kuota pelajar dan enggak aji mumpung hanya karena subsidi negara sehingga uang kuliah lebih murah.
Kekhawatiran ini dapat dimengerti, namun Rektor Universitas Lampung Prof. Karomani mengatakan bahwa seandainya hal tersebut terjadi, akreditasi PTN-lah yang jadi taruhannya. Maka dari itu, mereka juga memperhatikan rasio dosen dan mahasiswa agar enggak tumpang tindih.
Baik dan Kurangnya PTN dan PTS
Setiap opsi punya keuntungan dan risikonya tersendiri. Perbedaan PTN dan PTS cukup signifikan walaupun sama-sama perguruan tinggi, that’s why lo harus teliti dalam memilih dan menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Seleksi masuk PTN sudah dikenal cukup baik: SNMPTN, SBMPTN (sekarang disebut UTBK), dan Mandiri. Sementara, PTS punya jalur prestasi dan tes tulis. Beberapa PTS juga menerapkan wawancara dalam seleksinya. So, walaupun PTS bisa dibilang rendah peminat, seleksi masuknya juga sama ketatnya dengan PTN.
Biaya pendidikan PTN terbilang lebih terjangkau karena pendanaannya dibantu oleh pemerintah. Hal ini telah diatur di Permendikbud no. 55 tahun 2013. Tidak seperti PTN, karena PTS diatur oleh pihak swasta, mayoritas biayanya lebih mahal dan lebih terperinci. Namun, biaya ini dapat diangsur. Tapi, enggak perlu khawatir, you can always search for scholarship di kedua kampus!
What we paid for is what we get–pernyataan ini berlaku untuk fasilitas dan kualitas pendidikan kampus. Di PTN, 2 hal tersebut berstandar cukup dan hanya beberapa yang punya standar di atasnya. Sementara, biaya kuliah PTS yang lebih besar dialokasikan untuk fasilitas kampus yang lengkap dan kelebihan lainnya.
Dari sini, lo jadi tau kalau semua PTN ataupun PTS enggak bisa dipukul rata baik atau buruk. Setiap kampus punya spesialisasinya masing-masing. Bahkan untuk perkara opportunity, PTS juga bisa menyediakan lebih banyak kesempatan self-development. Then again, semuanya tergantung lo ngapain aja selama kuliah!
Hidup Pasca Kelulusan, Lepas Almamater
Menurut gue sih, concern tentang peluang kerja dan almamater pantas dapat porsi tersendiri dalam pembahasan di sini. Kalian pasti pernah dengar kalau lulusan PTN lebih gampang diterima kerja dari pada lulusan PTS?
Stigma mahasiswa PTS adalah dia bisa kuliah karena dia bayar, dan bisa bayar belum tentu pintar. Sementara, mahasiswa PTN lebih banyak berjuang untuk kuliah yang artinya dia pintar. Padahal, ada yang dari sananya sudah pintar dan tau kalau PTS lebih bisa menunjang ilmunya dan dia punya uang, kenapa enggak?
Kalau lo pikir dengan masuk PTN tapi jurusan atau kampus terakreditasi di bawah A atau B menjamin kursi di perusahaan, you might want to think again. Akreditasi kampus dan jurusan berefek pada profil lo di mata recruiters. Alangkah lebih baiknya kalau lo mempertimbangkan PTS yang akreditasinya A.
Ikatan alumni sedikit banyak mempengaruhi serapan pekerja. Nah, kalau ikatan alumni kampus lo solid dan track record alumni di perusahaan tujuan lo bagus, tinggi kemungkinannya proses hiring lo mulus. Tapi, jangan menyombongkan dan bergantung pada almamater, ya.
Almamater lo indeed mempermudah recruiters untuk menyortir CV ketika banyak pelamar. Namun, ini enggak selalu jadi acuan. Perusahaan akan melihat apakah lo fit for the role melalui prestasi, pengalaman organisasi, magang, dan skill yang lo punya.
Semoga pembahasan di atas menjawab kegundahan lo mau pilih PTN atau PTS yang sebenarnya sama saja, ya! Kalau lo sudah punya keputusan, enggak ada salahnya buat ikut program Golden Ticket dari Analitica bulan Februari nanti, di mana lo akan diberi beasiswa di kampus mana saja! Nantikan informasi selanjutnya, ya!